BismillaahirRahmaanirRahiim.
Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan Saya bersaksi Muhammad Rasul (utusan) Allah.
42 Petatah-petitih (wejangan/nasihat) dalam karya sastra Gugon Tuhon abad 16, Syeikh Syarief Hidayatullah ( Sunan Gunung Djati-Ciebon ) bertutur :
1. Ingsun titip tajug lan fakir miskin.
Arti: Aku (Sunan Gunungjati) titipkan tajug/mushola/masjid dan fakir miskin.
Bisa diinterpretasikan sebagai berikut:
a. “Tajug” bukan hanya tempat sholat dan belajar mengaji. Secara lebih luas bermakna lembaga pendidikan, syiar memberikan pencerahan, tidak menutup kebenaran, dll.
b. ”Fakir-miskin”, bukan hanya kemelaratan materi (harta). Secara lebih luas adalah miskin ilmu-pengetahuan (akal), kemelaratan interaksi sosial, kemelaratan hati, dan sebagainya.
2. Yen kiyeng tamtu pareng, yen bodoh kudu weruh, yen pinter aja keblinger.
Arti: Jika tekun pasti berhasil, jika bodoh harus berpengetahuan, jika pandai jangan pandai menurut diri-sendiri dan seenak sendiri.
Bisa pula diinterpretasikan sebagai berikut:
a. Yen kiyeng tamtu pareng (jika tekun, pasti berhasil), merupakan perwujudan kecerdasan emosional (EQ/emotional quotiens).
b. Yen bodoh kudu weruh (jika bodoh, harus berpengetahuan), merupakan perwujudan kecerdasan intelektual (IQ/intelegency quotiens).
c. Yen pinter aja keblinger (jika pandai, jangan hanyut terbawa keakuan dan kepamrihan diri-sendiri), merupakan perwujudan kecerdasan spiritual (SQ/spitirual quotiens)
Sesuatu yang kini banyak diungkap oleh kalangan psikolog ataupun para da’i akan pentingnya keseimbangan kecerdasan otak, hati, dan jiwa, ternyata jauh sebelumnya sudah dinyatakan oleh Sunan Gunungjati.
3. Yen sembahyang kungsiya pucuke panah
Arti: Jika sholat seperti berada pada ujung panah.
4. Yen puasa den kungsi tetaling gundewa
Arti: Jika berpuasa seperti sekencang tali busur panah.
5. Den welas asih ing sepepada
Arti : Mengutamakan cinta kasih terhadap sesama.
Petatah petitih ini memaknai semangat Dasar NKRI dalam sila Persatuan Indonesia. Dimana secara akar rumput budaya masyarakat Cirebon yang majemuk (multi etnis).
6. Mulyakena ing tetamu
Arti: Muliakanlah tamu
7. Gugunen sipat kang pinuji
Arti: Menjadi pribadi yang mandiri, mengikuti, rnengaplikasikan, mengusung sifat-sifat kemanusiaan yang terpuji.
Di interpretasikan menjadi manusia yang memanusiakan manusia sebagai manusia.
Korelasi dengan Dasar NKRI "Pada petatah petitih ini dalam Pancasila, masuk dalam Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,"
8. Den bisa megenging napsu
Arti: Hendaklah mampu menahan nafsu
9. Manah den sukur ing Allah
Arti: Hati harus tetap bersyukur kepada Allah
10. Ibadah kang tetep
Arti: Ibadah yang tetap
11. Kudu ngakehaken pertobat
Arti: Harus memperbanyak tobat
12. Singkirna sipat kang den wanci
Arti: Singkirkan sifat yang dibenci (negatif)
13. Duweha sipat kang wanti
Arti: Milikilah sifat yang baik
14. Wedia ing Allah lan ingsun
Arti: Takutlah kepada Allah dan aku (Sunan Gunungjati)
15. Aja ilok ngijek rarahi wong
Arti: Jangan sering menginjak (mempermalukan derajat) muka orang
16. Kenane ing hajate wong
Arti: Kabulkanlah keinginan/permintaan (yang baik) dari orang
17. Angadohna ing perpadu
Arti: Jauhi perselisihan/Pertengkaran.
Dengan adanya akar rumput kultur kemajemukan masyarakat Cirebon, mengedepankan musyawrah agar memperoleh jalan terbaik (damai tanpa/mereduksi kegaduhan dalam tatanan interaksi dan kehidupan sosial. Petatah petitih ini (Jauhi Pertengkaran).
Dalam semangat NKRI dengan dasar negara Pancasila, petatah petitih ini masuk ke dalam Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.
18. Aja ujub riya suma takabur
Arti: Jangan pernah riya, sombong, terlebih-lebih takabur
19. Aja duwe ati nguneg
Arti: Jangan punya hati yang suka berekelu-kesah
20. Den hormat ing wong tuwa
Arti: Hormatilah orang tua
21. Aja lunga layaran ing lautan
Arti: jangan pergi berlayar ke tengah lautan (tanpa persiapan)
22. Aja nyidra jangji mubarang
Arti: Jangan pernah mengingkari janji
23. Aja ilok ngamad kang durung yakin
Arti: Jangan suka menduga jika belum yakin benar
24. Aja ilok gawe bobad
Arti: Jangan suka berdusta
25. Pemboraban kang ora patut anulungi
Arti: Jangan pernah menolong yang tidak patut ditolong
26. Aja ngaji kejayaan kang ala rautah
Arti: Jangan mengaji (belajar) ilmu kanuragan (bela diri dan sejenisnya) yang tidak baik.
27. Ing panemu aja gawe tingkah
Arti: Bila pandai jangan berlagak
28. Aja dahar yen durung ngeli
Arti: Jangan makan sebelum lapar
29. Aja nginum yen durung ngelok
Arti: Jangan minum sebelum haus
30. Aja turu yen durung ketekan arip
Arti: Jangan tidur sebelum mengantuk
31. Yen kaya den luhur
Arti: Jika kaya berada di atas (dermawan)
32. Angasana diri
Arti: Asahlah diri
33. Ngoletan rejeki kang halal
Arti: Carilah rejeki yang halal
34. Aja akeh kang den pamrih
Arti: Jangan banyak pamrih
35. Den dhuka waman lan suka mamberih gelis lipur
Arti: Kala berduka jangan ditampakkan, supaya lekas hilang dukanya
36. Aja ilok gawe lara ati ing wong
Arti: Jangan suka menyakiti ati orang lain
37. Ake lara ati ing wong, namung saking duriat
Arti: Hati sering disakiti orang hanya karena asal-usul dan derajat kita (hendaklah dibalas dengan kebaikan)
38. Aja ngagungaken ing salira
Arti: Jangan pernah membanggakan diri
39. Aja anglakoni lunga haji ing Mekah
Arti: Jangan menunaikan pergi haji ke Mekah (jika moril maupun materiil belum mencukupi)
40. Aja munggah ning gunung gedhe utawa manjing ning kawah
Arti: Jangan mendaki gunung yang besar dan tinggi atau masuk ke dalam kawah (tanpa persiapan yang matang)
41. Aja ngimami utawa khotbah ing Mesjid Agung
Arti: Jangan menjadi imam atau berkhutbah di Masjig Agung (sebelum ilmunya cukup)
42. Aja dagangan utawa warungan
Arti: Jangan berniaga atau membuka toko (jika tidak memahami seluk-beluk ilmu niaga/bisnis)
Nasihat untuk diriku, semoga bermanfaat.
Shalallaahu 'alaa Muhammad, shalallaahu 'alaihi wasalam.
Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar