Sabtu, 08 April 2017

Ceramah Indah Kyai Muwaffiq

Alhamdulillah, akhir-akhir ini orang merasakan manfaatnya Nahdlatul Ulama (NU). Dulu, orang yang paling bahagia, paling sering merasakan berkahnya NU adalah keluarga orang yang sudah meninggal : setiap hari dikirimi doa dan tumpeng.

Hari ini begitu dunia dilanda kekacauan, ketika Dunia Islam galau: di Afganistan perang sesama Islam, di Suriah perang sesama Islam, di Irak, perang sesama Islam. Semua ingin tahu, ketika semua sudah jebol, kok ada yang masih utuh: Islam di Indonesia.

Akhirnya semua ingin kesini, seperti apa Islam di Indonesia kok masih utuh. Akhirnya semua sepakat: utuhnya Islam di Indonesia itu karena memiliki jamiyyah NU. Akhirnya semua pingin tahu NU itu seperti apa.

Ternyata, jaman dulu ada orang Belanda yang sudah menceritakan santri NU,  namanya Christia Snouck Hurgronje. Dia ini hafal Alquran, Sahih Bukhori, Sahih Muslim, Alfiyyah Ibnu Malik, Fathul Mu’in , tapi tidak islam, sebab tugasnya menghancurkan Islam Indonesia.

Mengapa? Karena Islam Indonesia selalu melawan Belanda. Sultan Hasanuddin, santri. Pangeran Diponegoro atau Mbah Abdul Hamid, santri. Sultan Agung, santri. Mbah Zaenal Mustofa, santri. Semua santri kok melawan Belanda.

Akhirnya ada orang belajar secara khusus tentang Islam, untuk mencari rahasia bagaimana caranya Islam Indonesia ini remuk. Snouck Hurgronje masuk ke Indonesia dengan menyamar namanya Syekh Abdul Ghaffar. Dia belajar Islam, menghafalkan Alquran dan Hadis di Arab. Maka akhirnya paham betul Islam.

Hanya saja begitu ke Indonesia, Snouck Hurgronje bingung: mencari Islam dengan wajah Islam, tidak ketemu. Ternyata Islam yang dibayangkan dan dipelajari Snouck Hurgronje itu tidak ada.

Mencari Allah disini tidak ketemu, ketemunya Pangeran. Ketemunya Gusti. Padahal ada pangeran namanya Pangeran Diponegoro. Ada Gusti namanya Gusti Kanjeng. Mencari istilah shalat tidak ketemu, ketemunya sembahyang. Mencari syaikhun, ustadzun , tidak ketemu, ketemunya kiai. Padahal ada nama kerbau namanya kiai slamet. Mencari mushalla tidak ketemu, ketemunya langgar.

Maka, ketika Snouck Hurgronje bingung, dia dibantu Van Der Plas. Ia menyamar dengan nama Syekh Abdurrahman. Mereka memulai dengan belajar bahasa Jawa. Karena ketika masuk Indonesia, mereka sudah bisa bahasa Indonesia, bahasa Melayu, tapi tidak bisa bahasa Jawa.

Begitu belajar bahasa Jawa, mereka bingung, strees. Orang disini makanannya nasi (sego).  Snouck Hurgronje dan Van Der Plas tahu bahasa beras itu, bahasa inggrisnya rice, bahasa arabnya ar-ruz .

Yang disebut ruz, ketika di sawah, namanya pari, padi. Disana masih ruz, rice. Begitu padi dipanen, namanya ulen-ulen, ulenan. Disana masih ruz, rice. Jadi ilmunya sudah mulai kucluk , korslet.

Begitu ditutu, ditumbuk, digiling, mereka masih mahami ruz, rice , padahal disini sudah dinamai gabah. Begitu dibuka, disini namanya beras, disana masih ruz, rice . Begitu bukanya cuil, disini namanya menir, disana masih ruz, rice. Begitu dimasak, disini sudah dinamai sego , nasi, disana masih ruz, rice.

Begitu diambil cicak satu, disini namanya
upa, disana namanya masih ruz, rice. Begitu dibungkus daun pisang, disini namanya lontong, sana masih ruz, rice. Begitu dibungkus janur kuning namanya ketupat, sana masih ruz, rice. Ketika diaduk dan hancur, lembut, disini namanya bubur, sana namanya masih ruz, rice.

Inilah bangsa aneh, yang membuat Snouck Hurgronje judeg, pusing.

Mempelajari Islam Indonesia tidak paham, akhirnya mencirikan Islam Indonesia dengan tiga hal. Pertama, kethune miring sarunge nglinting (berkopiah miring dan bersarung ngelinting). Kedua, mambu rokok (bau rokok). Ketiga, tangane gudigen (tangannya berpenyakit kulit).

Cuma tiga hal itu catatan (pencirian Islam Indonesia) Snouck Hurgronje di Perpustakaan Leiden, Belanda. Tidak pernah ada cerita apa-apa, yang lain sudah biasa. Maka, jangankan  Snouck Hurgronje, orang Indonesia saja kadang tidak paham dengan Islam Indonesia, karena kelamaan di tanah Arab.

Lihat tetangga pujian, karena tidak paham, bilang bid’ah . Melihat tetangga menyembelih ayam untuk tumpengan, dibilang bid’ah. Padahal itu produk Islam Indonesia. Kelamaan diluar Indonesia, jadi tidak paham. Masuk kesini sudah kemlinthi, sok-sokan, memanggil Nabi dengan sebutan “Muhammad” (saja). Padahal, disini, tukang bakso saja dipanggil “Mas”. Padahal orang Jawa nyebutnya Kanjeng Nabi.

Lha , akhir-akhir ini semakin banyak yang tidak paham Islam Indonesia. Kenapa? Karena Islam Indonesia keluar dari rumus-rumus Islam dunia, Islam pada umumnya. Kenapa? Karena Islam Indonesia ini saripati (essensi) Islam yang paling baik yang ada di dunia.

Kenapa? Karena Islam tumbuhnya tidak disini, tetapi di Arab. Rasulullah orang Arab. Bahasanya bahasa Arab. Yang dimakan juga makanan Arab. Budayanya budaya Arab. Kemudian Islam datang kesini, ke Indonesia.

Kalau Islam masuk ke Afrika itu mudah, tidak sulit, karena waktu itu peradaban mereka masih belum maju, belum terdidik. Orang belum terdidik itu mudah dijajah. Seperti pilkada, misalnya, diberi Rp 20.000 atau mie instan sebungkus, beres. Kalau mengajak orang berpendidikan, sulit, dikasih uang Rp 10 juta belum tentu mau.

Islam datang ke Eropa juga dalam keadaan terpuruk. Tetapi Islam datang kesini, mikir-mikir dulu, karena bangsa di Nusantara ini sedang kuat-kuatnya. Bangsa anda sekalian ini bukan bangsa kecoak. Ini karena ketika itu sedang ada dalam kekuasaan negara terkuat yang menguasai 2/3 dunia, namanya Majapahit.

Majapahit ini bukan negara sembarangan. Universitas terbesar di dunia ada di Majapahit, namanya Nalanda. Hukum politik terbaik dunia yang menjadi rujukan adanya di Indonesia, waktu itu ada di Jawa, kitabnya bernama Negarakertagama. Hukum sosial terbaik ada di Jawa, namanya Sutasoma. Bangsa ini tidak bisa ditipu, karena orangnya pintar-pintar dan kaya-raya.

Cerita surga di Jawa itu tidak laku. Surga itu (dalam penggambaran Alquran): tajri min tahtihal anhaar (airnya mengalir), seperti kali. Kata orang disini: “mencari air kok sampai surga segala? Disini itu, sawah semua airnya mengalir.” Artinya, pasti bukan itu yang diceritakan para ulama penyebar Islam. Cerita surga tentang buahnya banyak juga tidak, karena disini juga banyak buah. Artinya dakwah disini tidak mudah.

Diceritain pangeran, orang Jawa sudah punya Sanghyang Widhi. Diceritain Ka’bah orang jawa juga sudah punya stupa: sama-sama batunya dan tengahnya sama berlubangnya. Dijelaskan menggunakan tugu Jabal Rahmah, orang Jawa punya Lingga Yoni.

Dijelaskan memakai hari raya kurban, orang Jawa punya peringatan hari raya kedri. Sudah lengkap. Islam datang membawa harta-benda, orang Jawa juga tidak doyan. Kenapa? Orang Jawa pada waktu itu beragama hindu. Hindu itu berprinsip yang boleh bicara agama adalah orang Brahmana, kasta yang sudah tidak membicarakan dunia.

Dibawah Brahmana ada kasta Ksatria, seperti kalau sekarang Gubernur atau Bupati. Ini juga tidak boleh bicara agama, karena masih ngurusin dunia. Dibawah itu ada kasta namanya Wesya (Waisya), kastanya pegawai negeri. Kasta ini tidak boleh bicara agama.

Di bawah itu ada petani, pedagang dan saudagar, ini kastanya Sudra . Kasta ini juga tidak boleh bicara agama. Jadi kalau ada cerita Islam dibawa oleh para saudagar, tidak bisa dterima akal. Secara teori ilmu pengetahuan ditolak, karena saudagar itu Sudra dan Sudra tidak boleh bicara soal agama.

Yang cerita Islam dibawa saudagar ini karena saking judeg-nya, bingungnya memahami Islam di Indonesia. Dibawahnya ada kasta paria, yang hidup dengan meminta-minta, mengemis. Dibawah Paria ada pencopet, namanya kasta Tucca. Dibawah Tucca ada maling, pencuri, namanya kasta Mlecca. Dibawahnya lagi ada begal, perampok, namanya kasta Candala.

Anak-anak muda NU harus tahu. Itu semua nantinya terkait dengan Nahdlatul Ulama. Akhirnya para ulama kepingin, ada tempat begitu bagusnya, mencoba diislamkan. Ulama-ulama dikirim ke sini.

Namun mereka menghadapi masalah, karena orang-orang disini mau memakan manusia. Namanya aliran Bhirawa. Munculnya dari Syiwa. Mengapa ganti Syiwa, karena Hindu Brahma bermasalah. Hindu Brahma, orang Jawa bisa melakukan tetapi matinya sulit. Sebab orang Brahma matinya harus moksa atau murco.

Untuk moksa harus melakukan upawasa. Upawasa itu tidak makan, tidak minum, tidak ngumpulin istri, kemudian badannya menyusut menjadi kecil dan menghilang. Kadang ada yang sudah menyusut menjadi kecil, tidak bisa hilang, gagal moksa, karena teringat kambingnya, hartanya. Lha ini terus menjadi jenglot atau batara karang.

Jika anda menemukan jenglot ini, jangan dijual mahal karena itu produk gagal moksa. Pada akhirnya, ada yang mencari ilmu yang lebih mudah, namanya ilmu ngrogoh sukmo . Supaya bisa mendapat ilmu ini, mencari ajar dari Kali. Kali itu dari Durga. Durga itu dari Syiwa, mengajarkan Pancamakara.

Supaya bisa ngrogoh sukmo, semua sahwat badan dikenyangi, laki-laki perempuan melingkar telanjang, menghadap arak dan ingkung daging manusia. Supaya syahwat bawah perut tenang, dikenyangi dengan seks bebas. Sisa-sisanya sekarang ada di Gunung Kemukus.

Supaya perut tenang, makan tumpeng. Supaya pikiran tenang, tidak banyak pikiran, minum arak. Agar ketika sukma keluar dari badan, badan tidak bergerak, makan daging manusia. Maka jangan heran kalau muncul orang-orang macam Sumanto.

Ketika sudah pada bisa ngrogoh sukmo, ketika sukmanya pergi di ajak mencuri namanya
ngepet . Sukmanya pergi diajak membunuh manusia namanya santet. Ketika sukmanya diajak pergi diajak mencintai wanita namanya pelet. Maka kemudian di Jawa tumbuh ilmu santet, pelet dan ngepet.

Ada 1.500 ulama yang dipimpin Sayyid Aliyudin habis di-ingkung oleh orang Jawa pengamal Ngrogoh Sukma. Untuk menghindari pembunuhan lagi, maka Khalifah Turki Utsmani mengirim kembali tentara ulama dari Iran, yang tidak bisa dimakan orang Jawa.

Nama ulama itu Sayyid Syamsuddin Albaqir Alfarsi. Karena lidah orang Jawa sulit menyebutnya, kemudian di Jawa terkenal dengan sebutan Syekh Subakir. Di Jawa ini di duduki bala tentara Syekh Subakir, kemudian mereka diusir.

Ada yang lari ke Pantai Selatan, Karang Bolong, Srandil Cicalap, Pelabuhan Ratu, dan Banten. Di namai Banten, di ambil dari bahasa Sansekerta, artinya Tumbal. Yang lari ke timur, naik Gunung Lawu, Gunung Kawi, Alas Purwo Banyuwangi (Blambangan). Disana mereka dipimpin Menak Sembuyu dan Bajul Sengoro.

Karena Syekh Subakir sepuh, maka pasukannya dilanjutkan kedua muridnya namanya Mbah Ishak (Maulana Ishak) dan Mbah Brahim (Ibrahim Asmoroqondi). Mereka melanjutkan pengejaran. Menak Sembuyu menyerah, anak perempuannya bernama Dewi Sekardadu dinikahi Mbah Ishak, melahirkan Raden Ainul Yaqin Sunan Giri yang dimakamkan di Gresik.

Sebagian lari ke Bali, sebagian lari ke Kediri, menyembah Patung Totok Kerot, diuber Sunan Bonang, akhirnya menyerah. Setelah menyerah, melingkarnya tetap dibiarkan tetapi jangan telanjang, arak diganti air biasa, ingkung manusia diganti ayam, matra ngrogoh sukmo diganti kalimat tauhid; laailaahaillallah. Maka kita punya adat tumpengan.

Kalau ada orang banyak komentar mem-bid’ah -kan, ceritakanlah ini. Kalau ngeyel, didatangi: tabok mulutnya. Ini perlu diruntutkan, karena NU termasuk yang masih mengurusi beginian.

Habis itu dikirim ulama yang khusus mengajar ngaji, namanya Sayyid Jamaluddin al-Husaini al-Kabir. Mendarat di Semarang dan menetap di daerah Merapi. Orang Jawa sulit mengucapkan, maka menyebutnya Syekh Jumadil Kubro.

Disana dia punya murid namanya Syamsuddin, pindah ke Jawa Barat, membuat pesantren puro di daerah Karawang. Punya murid bernama Datuk Kahfi, pindah ke Amparan Jati, Cirebon. Punya murid Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati. Inilah yang bertugas mengislamkan Padjajaran. Maka kemudian ada Rara Santang, Kian Santang dan Walangsungsang.

Nah , Syekh Jumadil Kubro punya putra punya anak bernama Maulana Ishak dan Ibrahim Asmoroqondi, bapaknya Walisongo. Mbah Ishak melahirkan Sunan Giri. Mbah Ibrahim punya anak Sunan Ampel. Inilah yang bertugas mengislamkan Majapahit.

Mengislamkan Majapahit itu tidak mudah. Majapahit orangnya pinter-pinter. Majapahit Hindu, sedangkan Sunan Ampel Islam. Ibarat sawah ditanami padi, kok malah ditanami pisang. Kalau anda begitu, pohon pisang anda bisa ditebang.

Sunan Ampel berpikir bagaimana caranya? Akhirnya beliau mendapat petunjuk ayat Alquran. Dalam surat Al-Fath, 48:29 disebutkan : ".... masaluhum fit tawrat wa masaluhum fil injil ka zar’in ahraja sat’ahu fa azarahu fastagladza fastawa ‘ala sukıhi yu’jibuz zurraa, li yagidza bihimul kuffar………”

Artinya: “…………Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin)……………”

Islam itu seperti tanaman yang memiliki anak-anaknya, kemudian hamil, kemudian berbuah, ibu dan anaknya bersama memenuhi pasar, menakuti orang kafir. Tanaman apa yang keluar anaknya dulu baru kemudian ibunya hamil? Jawabannya adalah padi.

Maka kemudian Sunan Ampel dalam menanam Islam seperti menanam padi. Kalau menanam padi tidak di atas tanah, tetapi dibawah tanah, kalau diatas tanah nanti dipatok ayam, dimakan tikus.

Mau menanam Allah, disini sudah ada istilah pangeran. Mau menanam shalat, disini sudah ada istilah sembahyang. Mau menanam syaikhun, ustadzun, disini sudah ada kiai. Menanam tilmidzun, muridun , disini sudah ada shastri, kemudian dinamani santri. Inilah ulama dulu, menanamnya tidak kelihatan.

Menanamnya pelan-pelan, sedikit demi sedikit: kalimat syahadat, jadi kalimasada. Syahadatain, jadi sekaten. Mushalla, jadi langgar. Sampai itu jadi bahasa masyarakat. Yang paling sulit mememberi pengertian orang Jawa tentang mati.

Kalau Hindu kan ada reinkarnasi. Kalau dalam Islam, mati ya mati (tidak kembali ke dunia). Ini paling sulit, butuh strategi kebudayaan. Ini pekerjaan paling revolusioner waktu itu. Tidak main-main, karena ini prinsip. Prinsip inna lillahi wa inna ilaihi rajiun berhadapan dengan reinkarnasi. Bagaimana caranya?

Oleh Sunan Ampel, inna lillahi wa inna ilaihi rajiun kemudian di-Jawa-kan: Ojo Lali Sangkan Paraning Dumadi.

Setelah lama diamati oleh Sunan Ampel, ternyata orang Jawa suka tembang, nembang, nyanyi. Beliau kemudian mengambil pilihan: mengajarkan hal yang sulit itu dengan tembang. Orang Jawa memang begitu, mudah hafal dengan tembang.

Orang Jawa, kehilangan istri saja tidak lapor polisi, tapi nyanyi: ndang baliyo, Sri, ndang baliyo . Lihat lintang, nyanyi: yen ing tawang ono lintang, cah ayu. Lihat bebek, nyanyi: bebek adus kali nyucuki sabun wangi. Lihat enthok: menthok, menthok, tak kandhani, mung rupamu. Orang Jawa suka nyanyi, itulah yang jadi pelajaran. Bahkan, lihat silit (pantat) saja nyanyi: … ndemok silit, gudighen.

Maka akhirnya, sesuatu yang paling sulit, berat, itu ditembangkan. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun diwujudkan dalam bentuk tembang bernama Macapat . Apa artinya Macapat? Bahwa orang hidup harus bisa membaca perkara Empat.

Keempat perkara itu adalah teman nyawa yang berada dalam raga ketika turun di dunia. Nyawa itu produk akhirat. Kalau raga produk dunia. Produk dunia makanannya dunia, seperti makan. Yang dimakan, sampah padatnya keluar lewat pintu belakang, yang cair keluar lewat pintu depan.

Ada sari makanan yang disimpan, namanya mani (sperma). Kalau mani ini penuh, bapak akan mencari ibu, ibu mencari bapak, kemudian dicampur dan dititipkan di rahim ibu. Tiga bulan jadi segumpal darah, empat bulan jadi segumpal daging. Inilah produk dunia.

Begitu jadi segumpal daging, nyawa dipanggil. “Dul, turun ya,”. “Iya, Ya Allah”. “Alastu birabbikum?” (apakah kamu lupa kalau aku Tuhanmu?). “Qalu balaa sahidnya,” (Iya Ya Allah, saya jadi saksi-Mu), jawab sang nyawa,. ”fanfuhur ruuh” (maka ditiupkanlah ruh itu ke daging). Maka daging itu menjadi hidup. Kalau tidak ditiup nyawa, tidak hidup daging ini. (lihat, a.l.: Q.S. Al-A’raf, 7:172, As-Sajdah: 7 -10, Al-Mu’min: 67, ed. )

Kemudian, setelah sembilan bulan, ruh itu keluar dengan bungkusnya, yaitu jasad. Adapun jasadnya sesuai dengan orang tuanya: kalau orang tuanya pesek anaknya ya pesek; orang tuanya hidungnya mancung anaknya ya mancung; orang tuanya hitam anaknya ya hitam; kalau orang tuanya ganteng dan cantik, lahirnya ya cantik dan ganteng.

Itu disebut Tembang Mocopat: orang hidup harus membaca perkara empat. Keempat itu adalah teman nyawa yang menyertai manusia ke dunia, ada di dalam jasad. Nyawa itu ditemani empat: dua adalah Iblis yang bertugas menyesatkan, dan dua malaikat yang bertugas nggandoli, menahan. Jin qarin dan hafadzah.

Itu oleh Sunan Ampel disebut Dulur Papat Limo Pancer. Ini metode mengajar. Maka pancer ini kalau mau butuh apa-apa bisa memapakai dulur tengen (teman kanan) atau dulur kiwo (teman kiri). Kalau pancer kok ingin istri cantik, memakai jalan kanan, yang di baca Ya Rahmanu Ya Rahimu tujuh hari di masjid, yang wanita nantinya juga akan cinta.

Tidak mau dulur tengen, ya memakai yang kiri, yang dibaca aji-aji Jaran Goyang, ya si wanita jadinya cinta, sama saja. Kepingin perkasa, kalau memakai kanan yang dipakai kalimah La haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim . Tak mau yang kanan ya memakai yang kiri, yang dibaca aji-aji Bondowoso, kemudian bisa perkasa.

Mau kaya kalau memakai jalan kanan ya shalat dhuha dan membaca Ya Fattaahu Ya Razzaaqu , kaya. Kalau tidak mau jalan kanan ya jalan kiri, membawa kambing kendhit naik ke gunung kawi, nanti pulang kaya.

Maka, kiai dengan dukun itu sama; sama hebatnya kalau tirakatnya kuat. Kiai yang ‘alim dengan dukun yang tak pernah mandi, jika sama tirakatnya, ya sama saktinya: sama-sama bisa mencari barang hilang. Sama terangnya. Bedanya: satu terangnya lampu dan satunya terang rumah terbakar.

Satu mencari ayam dengan lampu senter, ayamnya ketemu dan senternya utuh; sedangkan yang satu mencari dengan blarak (daun kelapa kering yang dibakar), ayamnya ketemu, hanya blarak-nya habis terbakar. Itu bedanya nur dengan nar.

Maka manusia ini jalannya dijalankan seperti tembang yang awalan, Maskumambang: kemambange nyowo medun ngalam ndunyo , sabut ngapati, mitoni , ini rohaninya, jasmaninya ketika dipasrahkan bidan untuk imunisasi.

Maka menurut NU ada ngapati, mitoni,
karena itu turunnya nyawa. Setelah Maskumambang, manusia mengalami tembang Mijil. Bakal Mijil : lahir laki-laki dan perempuan. Kalau lahir laki-laki aqiqahnya kambing dua, kalau lahir perempuan aqiqahnya kambing satu.

Setelah Mijil, tembangnya Kinanti. Anak-anak kecil itu, bekalilah dengan agama, dengan akhlak. Tidak mau ngaji, pukul. Masukkan ke TPQ, ke Raudlatul Athfal (RA). Waktunya ngaji kok tidak mau ngaji, malah main layangan, potong saja benangnya. Waktu ngaji kok malah mancing, potong saja kailnya.

Anak Kinanti ini waktunya sekolah dan ngaji. Dibekali dengan agama, akhlak. Kalau tidak, nanti keburu masuk tembang Sinom: bakal menjadi anak muda (cah enom), sudah mulai ndablek, bandel.

Apalagi, setelah Sinom, tembangnya asmorodono , mulai jatuh cinta. Tai kucing serasa coklat. Tidak bisa di nasehati. Setelah itu manusia disusul tembang Gambuh , laki-laki dan perempuan bakal membangun rumah tangga, rabi, menikah.

Setelah Gambuh, adalah tembang Dhandanggula. Merasakan manis dan pahitnya kehidupan. Setelah Dhandanggula , menurut Mbah Sunan Ampel, manusia mengalami tembang Dhurma.

Dhurma itu: darma bakti hidupmu itu apa? Kalau pohon mangga setelah berbuah bisa untuk makanan codot, kalau pisang berbuah bisa untuk makanan burung, lha buah-mu itu apa? Tenagamu mana? Hartamu mana? Ilmumu mana yang didarmabaktikan untuk orang lain?

Khairunnas anfa’uhum linnas , sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Sebab, kalau sudah di Dhurma tapi tidak darma bakti, kesusul tembang Pangkur.

Anak manusia yang sudah memunggungi dunia: gigi sudah copot, kaki sudah linu. Ini harus sudah masuk masjid. Kalau tidak segera masuk masjid kesusul tembang Megatruh : megat, memutus raga beserta sukmanya. Mati.

Terakhir sekali, tembangnya Pucung. Lha ini, kalau Hindu reinkarnasi, kalau Islam Pucung . Manusia di pocong. Sluku-sluku Bathok, dimasukkan pintu kecil. Makanya orang tua (dalam Jawa) dinamai buyut, maksudnya : siap-siap mlebu lawang ciut (siap-siap masuk pintu kecil).

Adakah yang mengajar sebaik itu di dunia?
Kalau sudah masuk pintu kecil, ditanya Malaikat Munkar dan Nankir. Akhirnya itu, yang satu reinkarnasi, yang satu buyut . Ditanya: “Man rabbuka?” , dijawab: “Awwloh,”. Ingin disaduk Malaikat Mungkar – Nakir apa karena tidak bisa mengucapkan Allah.

Ketika ingin disaduk, Malaikat Rakib buru-buru menghentikan: “Jangan disiksa, ini lidah Jawa”. Tidak punya alif, ba, ta, punyanya ha, na, ca, ra, ka . “Apa sudah mau ngaji?”kata Mungkar – Nakir. “Sudah, ini ada catatanya, NU juga ikut, namun belum bisa sudah meninggal”. “Yasudah, meninggalnya orang yang sedang belajar, mengaji, meninggal yang dimaafkan oleh Allah.”

Maka, seperti itu belajar. Kalau tidak mau belajar, ditanya, “Man rabbuka?” , menjawab, “Ha……..???”. langsung dipukul kepalanya:”Plaakkk!!”. Di- canggah lehernya oleh malaikat. Kemudian jadi wareng , takut melihat akhirat, masukkan ke neraka, di- udek oleh malaikat, di-gantung seperti siwur, iwir-iwir, dipukuli modal-madil seperti tarangan bodhol , ajur mumur seperti gedhebok bosok.

Maka, pangkat manusia, menurut Sunan Ampel: anak – bapak – simbah – mbah buyut – canggah – wareng – udek-udek – gantung siwur – tarangan bodol – gedhebok bosok. Lho, dipikir ini ajaran Hindu. Kalau seperti ini ada yang bilang ajaran Hindu, kesini, saya tabok mulutnya!

Begitu tembang ini jadi, kata Mbah Bonang, masa nyanyian tidak ada musiknya. Maka dibuatkanlah gamelan, yang bunyinya Slendro Pelok : nang ning nang nong, nang ning nang nong, ndang ndang, ndang ndang, gung . Nang ning nang nong: yo nang kene yo nang kono (ya disini ya disana); ya disini ngaji, ya disana mencuri kayu.

Lho, lha ini orang-orang kok. Ya seperti disini ini: kelihatannya disini shalawatan, nanti pulang lihat pantat ya bilang: wow!. Sudah hafal saya, melihat usia-usia kalian. Ini kan kamu pas pakai baju putih. Kalau pas ganti, pakainya paling ya kaos Slank.

Nah, nang ning nang nong, hidup itu ya disini ya disana. Kalau pingin akhiran baik, naik ke ndang ndang, ndang ndang, gung. Ndang balik ke Sanghyang Agung. Fafirru illallaah , kembalilah kepada Allah. Pelan-pelan. Orang sini kadang tidak paham kalau itu buatan Sunan Bonang.

Maka, kemudian, oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, dibuatkan tumpeng agar bisa makan. Begitu makan kotor semua, dibasuh dengan tiga air bunga: mawar, kenanga dan kanthil.

Maksudnya: uripmu mawarno-warno, keno ngono keno ngene, ning atimu kudhu kanthil nang Gusti Allah (Hidupmu berwarna-warni, boleh seperti ini seperti itu, tetapi hatimu harus tertaut kepada Allah). Lho , ini piwulang-piwulangnya, belum diajarkan apa-apa. Oleh Sunan Kalijaga, yang belum bisa mengaji, diajari Kidung Rumekso Ing Wengi. Oleh Syekh Siti Jenar, yang belum sembahyang, diajari syahadat saja.

Ketika tanaman ini sudah ditanam, Sunan Ampel kemudian ingin tahu: tanamanku itu sudah tumbuh apa belum? Maka di-cek dengan tembang Lir Ilir, tandurku iki wis sumilir durung? Nek wis sumilir, wis ijo royo-royo, ayo menek blimbing. Blimbing itu ayo shalat. Blimbing itu sanopo lambang shalat.

Disini itu, apa-apa dengan lambang, dengan simbol: kolo-kolo teko , janur gunung. Udan grimis panas-panas , caping gunung. Blimbing itu bergigir lima. Maka, cah angon, ayo menek blimbing . Tidak cah angon ayo memanjat mangga.

Akhirnya ini praktek, shalat. Tapi prakteknya beda. Begitu di ajak shalat, kita beda. Disana, shalat 'imaadudin, lha shalat disini, tanamannya mleyor-mleyor, berayun-ayun.

Disana dipanggil jam setengah duabelas kumpul. Kalau disini dipanggil jam segitu masih disawah, di kebun, angon bebek, masih nyuri kayu. Maka manggilnya pukul setengah dua. Adzanlah muadzin, orang yang adzan. Setelah ditunggu, tunggu, kok tidak datang-datang.

Padahal tugas Imam adalah menunggu makmum. Ditunggu dengan memakai pujian. Rabbana ya rabbaana, rabbana dholamna angfusana , – sambil tolah-toleh, mana ini makmumnya – wainlam taghfirlana, wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.

Datang satu, dua, tapi malah merokok di depan masjid. Tidak masuk. Maka oleh Mbah Ampel: Tombo Ati, iku ono limang perkoro….. . Sampai pegal, ya mengobati hati sendiri saja. Sampai sudah lima kali kok tidak datang-datang, maka kemudian ada pujian yang agak galak: di urugi anjang-anjang……. , langsung deh, para ma'mum buruan masuk. Itu tumbuhnya dari situ.

Kemudian, setelah itu shalat. Shalatnya juga tidak sama. Shalat disana, dipanah kakinya tidak terasa, disini beda. Begitu Allahu Akbar , matanya bocor: itu mukenanya berlubang, kupingnya bocor, ting-ting-ting, ada penjual bakso. Hatinya bocor: protes imamnya membaca surat kepanjangan. Nah, ini ditambal oleh para wali, setelah shalat diajak dzikir, laailaahaillallah.

Hari ini, ada yang protes: dzikir kok kepalanya gedek-gedek, geleng-geleng? Padahal kalau sahabat kalau dzikir diam saja. Lho, sahabat kan muridnya nabi. Diam saja hatinya sudah ke Allah. Lha orang sini, di ajak dzikir diam saja, ya malah tidur. Bacaannya dilantunkan dengan keras, agar ma'mum tahu apa yang sedang dibaca imam.

Kemudian, dikenalkanlah nabi. Orang sini tidak kenal nabi, karena nabi ada jauh disana. Kenalnya Gatot Kaca. Maka pelan-pelan dikenalkan nabi. Orang Jawa yang tak bisa bahasa Arab, dikenalkan dengan syair: kanjeng Nabi Muhammad, lahir ono ing Mekkah, dinone senen, rolas mulud tahun gajah.

Inilah cara ulama-ulama dulu kala mengajarkan Islam, agar masyarakat disini kenal dan paham ajaran nabi. Ini karena nabi milik orang banyak (tidak hanya bangsa Arab saja). Wamaa arsalnaaka illa rahmatal lil ‘aalamiin ; Aku (Allah) tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali untuk menjadi rahmat bagi alam semesta.

Maka, shalawat itu dikenalkan dengan cara berbeda-beda. Ada yang sukanya shalawat ala Habib Syekh, Habib Luthfi, dll. Jadi jangan heran kalau shalawat itu bermacam-macam. Ini beda dengan wayang yang hanya dimiliki orang Jawa.

Orang kalau tidak tahu Islam Indonesia, pasti bingung. Maka Gus Dur melantunkan shalawat memakai lagu dangdut. Astaghfirullah, rabbal baraaya, astaghfirullah, minal khataaya, ini lagunya Ida Laila: Tuhan pengasih lagi penyayang, tak pilih kasih, tak pandang sayang. Yang mengarang namanya Ahmadi dan Abdul Kadir.

Nama grupnya Awara. Ida Laila ini termasuk Qari’ terbaik dari Gresik. Maka lagunya bagus-bagus dan religius, beda dengan lagu sekarang yang mendengarnya malah bikin kepala pusing. Sistem pembelajaran yang seperti ini, yang dilakukan oleh para wali. Akhirnya orang Jawa mulai paham Islam.

Namun selanjutnya Sultan Trenggono tidak sabaran: menerapkan Islam dengan hukum, tidak dengan budaya. "Urusanmu kan bukan urusan agama, tetapi urusan negara,” kata Sunan Kalijaga. “Untuk urusan agama, mengaji, biarlah saya yang mengajari,” imbuhnya.

Namun Sultan Trenggono terlanjur tidak sabar. Semua yang tidak sesuai dan tidak menerima Islam di uber-uber. Kemudian Sunan Kalijaga memanggil anak-anak kecil dan diajari nyanyian:

Gundul-gundul pacul, gembelengan.
Nyunggi-nyunggi wangkul, petentengan.
Wangkul ngglimpang segane dadi sak latar 2x

Gundul itu kepala. Kepala itu ra’sun. Ra’sun itu pemimpin. Pemimpin itu ketempatan empat hal: mata, hidung, lidah dan telinga. Empat hal itu tidak boleh lepas. Kalau sampai empat ini lepas, bubar.

Mata kok lepas, sudah tidak bisa melihat rakyat. Hidung lepas sudah tidak bisa mencium rakyat. Telinga lepas sudah tidak mendengar rakyat. Lidah lepas sudah tidak bisa menasehati rakyat. Kalau kepala sudah tidak memiliki keempat hal ini, jadinya gembelengan.

Kalau kepala memangku amanah rakyat kok terus gembelengan, menjadikan wangkul ngglimpang, amanahnya kocar-kacir. Apapun jabatannya, jika nanti menyeleweng, tidak usah di demo, nyanyikan saja Gundul-gundul pacul. Inilah cara orang dulu, landai.

Akhirnya semua orang ingin tahu bagaimana cara orang Jawa dalam ber-Islam. Datuk Ribandang, orang Sulawesi, belajar ke Jawa, kepada Sunan Ampel. Pulang ke Sulawesi menyebarkan Islam di Gunung Bawakaraeng, menjadilah cikal bakal Islam di Sulawesi.

Berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di penjuru Sulawesi. Khatib Dayan belajar Islam kepada Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Ketika kembali ke Kalimantan, mendirikan kerajaan-kerajaan Islam di Kalimantan.

Ario Damar atau Ario Abdillah ke semenanjung Sumatera bagian selatan, menyebarkan dan mendirikan kerajaan-kerajaan di Sumatera.
Kemudian Londo (Belanda) datang. Mereka semua – seluruh kerajaan yang dulu dari Jawa – bersatu melawan Belanda.

Ketika Belanda pergi, bersepakat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka kawasan di Indonesia disebut wilayah, artinya tinggalan para wali. Jadi, jika anda meneruskan agamanya, jangan lupa kita ditinggali wilayah. Inilah Nahdlatul Ulama, baik agama maupun wilayah, adalah satu kesatuan: NKRI Harga Mati.

Maka di mana di dunia ini, yang menyebut daerahnya dengan nama wilayah? Di dunia tidak ada yang bisa mengambil istilah: kullukum raa’in wa kullukum mas uulun ‘an ra’iyatih ; bahwa Rasulullah mengajarkan hidup di dunia dalam kekuasaan ada sesuatu yaitu pertanggungjawaban.

Dan yang bertanggungjawab dan dipertanggung jawabkan disebut ra’iyyah. Hanya Indonesia yang menyebut penduduknya dengan sebutan ra’iyyah atau rakyat. Begini kok banyak yang bilang tidak Islam.

Nah, sistem perjuangan seperti ini diteruskan oleh para ulama Indonesia. Orang-orang yang meneruskan sistem para wali ini, dzaahiran wa baatinan, akhirnya mendirikan sebuah organisasi yang dikenal dengan nama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Kenapa kok bernama Nahdlatul Ulama. Dan kenapa yang menyelamatkan Indonesia kok Nahdlatul Ulama? Karena diberi nama Nahdlatul Ulama. Nama inilah yang menyelamatkan. Sebab dengan nama Nahdlatul Ulama, orang tahu kedudukannya: bahwa kita hari ini, kedudukannya hanya muridnya ulama.

Meski, nama ini tidak gagah. KH. Ahmad Dahlah menamai organisasinya Muhammadiyyah: pengikut Nabi Muhammad, gagah. Ada lagi organisasi, namanya Syarekat Islam, gagah. Yang baru ada Majelis Tafsir Alquran, gagah namanya. Lha ini “hanya” Nahdlatul Ulama. Padahal ulama kalau di desa juga ada yang hutang rokok.

Tapi Nahdlatul Ulama ini yang menyelamatkan, sebab kedudukan kita hari ini hanya muridnya ulama. Yang membawa Islam itu Kanjeng Nabi. Murid Nabi namanya Sahabat. Murid sahabat namanya tabi’in . Tabi’in bukan ashhabus-shahabat , tetapi tabi’in , maknanya pengikut.

Murid Tabi’in namanya tabi’it-tabi’in , pengikutnya pengikut. Muridnya tabi’it-tabi’in namanya tabi’it-tabi’it-tabi’in , pengikutnya pengikutnya pengikut. Lha kalau kita semua ini namanya apa? Kita muridnya KH Hasyim Asy’ari.

Lha KH Hasyim Asy’ari hanya muridnya Kiai Asyari. Kiai Asyari mengikuti gurunya, namanya Kiai Usman. Kiai Usman mengikuti gurunya namanya Kiai Khoiron, Purwodadi (Mbah Gareng). Kiai Khoiron murid Kiai Abdul Halim, Boyolali.

Mbah Abdul Halim murid Kiai Abdul Wahid. Mbah Abdul Wahid itu murid Mbah Sufyan. Mbah Sufyan murid Mbah Jabbar, Tuban. Mbah Jabbar murid Mbah Abdur Rahman, murid Pangeran Sambuh, murid Pangeran Benowo, murid Mbah Tjokrojoyo, Sunan Geseng.

Sunan Geseng hanya murid Sunan Kalijaga, murid Sunan Bonang, murid Sunan Ampel, murid Mbah Ibrahim Asmoroqondi, murid Syekh Jumadil Kubro, murid Sayyid Ahmad, murid Sayyid Ahmad Jalaludin, murid Sayyid Abdul Malik, murid Sayyid Alawi Ammil Faqih, murid Syekh Ahmad Shohib Mirbath.

Kemudian murid Sayyid Ali Kholiq Qosam, murid Sayyid Alwi, murid Sayyid Muhammad, murid Sayyid Alwi, murid Sayyid Ahmad Al-Muhajir, murid Sayyid Isa An-Naquib, murid Sayyid Ubaidillah, murid Sayyid Muhammad, murid Sayyid Ali Uraidi, murid Sayyid Ja’far Shodiq, murid Sayyid Musa Kadzim, murid Sayyid Muhammad Baqir. Sayyid Muhammad Baqir hanya murid Sayyid Zaenal Abidin, murid Sayyidina Hasan – Husain, murid Sayiidina Ali karramallahu wajhah . Nah, ini yang baru muridnya Rasulullah saw.

Kalau begini nama kita apa? Namanya ya tabiit-tabiit-tabiit-tabiit-tabiit-tabiit…, yang panjang sekali. Maka cara mengajarkannya juga tidak sama. Inilah yang harus difahami.

Rasulullah itu muridnya bernama sahabat, tidak diajari menulis Alquran. Maka tidak ada mushaf
Alquran di jaman Rasulullah dan para sahabat. Tetapi ketika sahabat ditinggal wafat Rasulullah, mereka menulis Alquran.

Untuk siapa? Untuk para tabi’in yang tidak bertemu Alquran. Maka ditulislah Alquran di jaman Sayyidina Umar dan Sayyidina Utsman.
Tetapi begitu para sahabat wafat,
tabi’in harus mengajari dibawahnya.

Mushaf Alquran yang ditulis sahabat terlalu tinggi, hurufnya rumit tidak bisa dibaca. Maka pada tahun 65 hijriyyah diberi tanda “titik” oleh Imam Abu al-Aswad ad-Duali, agar supaya bisa dibaca.

Tabiin wafat, tabi’it tabi’in mengajarkan yang dibawahnya. Titik tidak cukup, kemudian diberi “harakat” oleh Syekh Kholil bin Ahmad al-Farahidi, guru dari Imam Sibawaih, pada tahun 150 hijriyyah.

Kemudian Islam semakin menyebar ke penjuru negeri, sehingga Alquran semakin dibaca oleh banyak orang dari berbagai suku dan ras. Orang Andalusia diajari “ Waddluha” keluarnya “ Waddluhe”.

Orang Turki diajari “ Mustaqiim” keluarnya “ Mustaqiin”. Orang Padang, Sumatera Barat, diajari “ Lakanuud ” keluarnya “ Lekenuuik ”. Orang Sunda diajari “ Alladziina ” keluarnya “ Alat Zina ”.

Di Jawa diajari “ Alhamdu” jadinya “ Alkamdu ”, karena punyanya ha na ca ra ka . Diajari “ Ya Hayyu Ya Qayyum ” keluarnya “ Yo Kayuku Yo Kayumu ”. Diajari “ Rabbil ‘Aalamin ” keluarnya “ Robbil Ngaalamin” karena punyanya ma ga ba tha nga.

Orang Jawa tidak punya huruf “ Dlot ” punyanya “ La ”, maka “ Ramadlan ” jadi “ Ramelan ”. Orang Bali disuruh membunyikan “ Shiraathal…” bunyinya “ Sirotholladzina an’amtha ‘alaihim ghairil magedu bi’alaihim waladthoilliin ”. Di Sulawesi, “’ Alaihim” keluarnya “’ Alaihing ”.

Karena perbedaan logat lidah ini, maka pada tahun 250 hijriyyah, seorang ulama berinisiatif menyusun Ilmu Tajwid fi Qiraatil Quran , namanya Abu Ubaid bin Qasim bin Salam.
Ini yang kadang orang tidak paham pangkat dan tingkatan kita. Makanya tidak usah pada ribut.

Murid ulama itu beda dengan murid Rasulullah. Murid Rasulullah, ketika dzikir dan diam, hatinya “online” langsung kepada Allah SWT. Kalau kita semua dzikir dan diam, malah jadinya tidur.
Maka disini, di Nusantara ini, jangan heran.

Ibadah Haji, kalau orang Arab langsung lari ke Ka’bah. Muridnya ulama dibangunkan Ka’bah palsu di alun-alun, dari triplek atau kardus, namanya manasik haji. Nanti ketika hendak berangkat haji diantar orang se-kampung.

Yang mau haji diantar ke asrama haji, yang mengantar pulangnya belok ke kebun binatang. Ini cara pembelajaran. Ini sudah murid ulama. Inilah yang orang belajar sekarang: kenapa Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama selamat, sebab mengajari manusia sesuai dengan hukum pelajarannya ulama.

Anda sekalian disuruh dzikir di rumah, takkan mau dzikir, karena muridnya ulama. Lha wong dikumpulkan saja lama kelamaan tidur. Ini makanya murid ulama dikumpulkan, di ajak berdzikir.

Begitu tidur, matanya tidak dzikir, mulutnya tidak dzikir, tetapi, pantat yang duduk di majelis dzikir, tetap dzikir. Nantinya, di akhirat ketika
“wa tasyhadu arjuluhum ,” ada saksinya.
Orang disini, ketika disuruh membaca Alquran, tidak semua dapat membaca Alquran. Maka diadakan semaan Alquran.

Mulut tidak bisa membaca, mata tidak bisa membaca, tetapi telinga bisa mendengarkan lantunan Alquran. Begitu dihisab mulutnya kosong, matanya kosong, di telinga ada Alqurannya.

Maka, jika bukan orang Indonesia, takkan mengerti Islam Indonesia. Mereka tidak paham, oleh karena, seakan-akan, para ulama dulu tidak serius dalam menanam. Sahadatain jadi sekaten. Kalimah sahadat jadi kalimosodo. Ya Hayyu Ya Qayyum jadi Yo Kayuku Yo Kayumu.

Ini terkesan ulama dahulu tidak ‘alim. Ibarat pedagang, seperti pengecer. Tetapi, lima ratus tahun kemudian tumbuh subur menjadi Islam Indonesia. Jamaah haji terbanyak dari Indonesia. Orang shalat terbanyak dari Indonesia. Orang membaca Alquran terbanyak dari Indonesia.

Dan Islam yang datang belakangan ini gayanya seperti grosir: islam kaaffah, begitu diikuti, mencuri sapi. Dilihat dari sini, saya meminta, Tentara Nasional Indonesia, Polisi Republik Indonesia, jangan sekali-kali mencurigai Nahdlatul Ulama menanamkan benih teroris.

Teroris tidak mungkin tumbuh dari Nahdlatul Ulama, karena Nahdlatul Ulama lahir dari Bangsa Indonesia. Tidak ada ceritanya Banser kok ngebom disini, sungkan dengan makam gurunya. Mau ngebom di Tuban, tidak enak dengan Mbah Sunan Bonang.

Saya yang menjamin. Ini pernah saya katakan kepada Panglima TNI. Maka, anda lihat teroris di seluruh Indonesia, tidak ada satupun anak warga jamiyyah Nahdlatul Ulama. Maka, Nahdlatul Ulama hari ini menjadi organisasi terbesar di dunia.

Dari Muktamar Makassar jamaahnya sekitar 80 juta, sekarang di kisaran 120 juta. Yang lain dari 20 juta turun menjadi 15 juta. Kita santai saja. Lama-lama mereka tidak kuat, seluruh tubuh kok ditutup kecuali matanya. Ya kalau pas jualan tahu, lha kalau pas nderep di sawah bagaimana. Jadi kita santai saja. Kita tidak pernah melupakan sanad, urut-urutan, karena itu cara Nahdlatul Ulama agar tidak keliru dalam mengikuti ajaran Rasulullah Muhammad saw.

--------
Tulisan ini adalah resume ceramah Kiai Ahmad Muwaffiq (PWNU DIY)

Rabu, 15 Februari 2017

Asala mula nama Panakawan

Asal Kata Nama tokoh Panakawan / Punakawan
Ketika kangmoes masih duduk di bangku SMP, kangmoes pernah mendengar sebuah ceramah tentang pewayangan dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Di sana kangmoes juga mendapat wacana tentang asal kata nama-nama Tokoh Punakawan. Nama-nama Punakawan seperti Bagong, Petruk, Gareng, Semar dipercaya dari bahasa Arab.
Kata Bagong berasal dari kata Bagho yang artinya “suka membantah”
Kata Gareng berasal dari kata Ghoiron yang artinya “yang berbeda”
Kata Petruk berasal dari kata fatruk yang artinya “yang meninggalkan”
Kata Semar sendiri tidak terdapat dalam opini Sujiwo Tejo tersebut. Namun kangmoes pernah mendengar bahwa Semar berasal dari kata “samara” yang artinya “ghaib”.
Terdapat penjelasan-penjelasan lebih detail mengenai arti dalam bahasa arab akan nama-nama tokoh punakawan (Sujiwo Tejo mengatakan bahwa yang benar adalah: Panakawan atau kawan yang menerangi) tersebut, namun kangmoes belum begitu ingin mendalami tentang pewayangan. Karena sebagian orang banyak menyangkutkan pewanyangan dengan hal-hal yang menurut kangmoes menjurus pada klenik. Meskipun kangmoes pernah mendengar bahwa cerita pewayangan adalah cerita nasihat yang dibangun walisanga untuk menanamkan nilai-nilai keislaman pada masyarakat. Tapi sekali lagi tapi. Tanpa bekal pengetahuan yang memadai, kangmoes khawatir masuk dalam syirik, menyekutukan Alloh, tuhan semesta alam.
Oh ya, di paragraf sebelumnya kangmoes menggaris bawahi kata konon untuk mempertegas bahwa informasi yang kangmoes dapatkan ini bukan melalui serangkaian penelitian. Ini adalah wacana. Jadi jika anda ingin menggunakan informasi diatas sebagai bahan tulisan, setidaknya anda perlu melakukan kroscek dengan literatur lainnya. Tapi diluar itu semua, kangmoes tetap berharap bahwa wacana tentang asal kata nama tokoh panakawan / punakawan diatas bermanfaat bagi anda.
Tinggalkan komentar
Dalam perkembangan selanjutnya, hadirnya Semar sebagai pamomong keturunan Saptaarga tidak sendirian. Ia ditemani oleh tiga anaknya, yaitu; Gareng, Petruk, Bagong. Ke empat abdi tersebut dinamakan Panakawan. Dapat disaksikan, hampir pada setiap pegelaran wayang kulit purwa, akan muncul seorang ksatria keturunan Saptaarga diikuti oleh Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Cerita apa pun yang dipagelarkan, ke lima tokoh ini menduduki posisi penting. Kisah Mereka diawali mulai dari sebuah pertapaan Saptaarga atau pertapaan lainnya. Setelah mendapat berbagai macam ilmu dan nasihat-nasihat dari Sang Begawan, mereka turun gunung untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, dengan melakukan tapa ngrame. (menolong tanpa pamrih).

Dikisahkan, perjalanan sang Ksatria dan ke empat abdinya memasuki hutan. Ini menggambarkan bahwa sang ksatria mulai memasuki medan kehidupan yang belum pernah dikenal, gelap, penuh semak belukar, banyak binatang buas, makhluk jahat yang siap menghadangnya, bahkan jika lengah dapat mengacam jiwanya. Namun pada akhirnya Ksatria, Semar, Gareng, Petruk, Bagong berhasil memetik kemenangan dengan mengalahkan kawanan Raksasa, sehingga berhasil keluar hutan dengan selamat. Di luar hutan, rintangan masih menghadang, bahaya senantiasa mengancam. Berkat Semar dan anak-anaknya, sang Ksatria dapat menyingkirkan segala penghalang dan berhasil menyelesaikan tugas hidupnya dengan selamat.

Mengapa peranan Semar dan anak-anaknya sangat menentukan keberhasilan suatu kehidupan? Sudah dipaparkan pada dua tulisan sebelumnya, bahwa Semar merupakan gambaran penyelenggaraan Illahi yang ikut berproses dalam kehidupan manusia. Untuk lebih memperjelas peranan Semar, maka tokoh Semar dilengkapi dengan tiga tokoh lainnya. Ke empat panakawan tersebut merupakan simbol dari cipta, rasa, karsa dan karya. Semar mempunyai ciri menonjol yaitu kuncung putih. Kuncung putih di kepala sebagai simbol dari pikiran, gagasan yang jernih atau cipta. Gareng mempunyai ciri yang menonjol yaitu bermata kero, bertangan cekot dan berkaki pincang. Ke tiga cacat fisik tersebut menyimbolkan rasa. Mata kero, adalah rasa kewaspadaan, tangan cekot adalah rasa ketelitian dan kaki pincang adalah rasa kehati-hatian. Petruk adalah simbol dari kehendak, keinginan, karsa yang digambarkan dalam kedua tangannya. Jika digerakkan, kedua tangan tersebut bagaikan kedua orang yang bekerjasama dengan baik. Tangan depan menunjuk, memilih apa yang dikehendaki, tangan belakang menggenggam erat-erat apa yang telah dipilih. Sedangkan karya disimbolkan Bagong dengan dua tangan yang kelima jarinya terbuka lebar, artinya selalu bersedia bekerja keras. Cipta, rasa, karsa dan karya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Cipta, rasa, karsa dan karya berada dalam satu wilayah yang bernama pribadi atau jati diri manusia, disimbolkan tokoh Ksatria. Gambaran manusia ideal adalah merupakan gambaran pribadi manusia yang utuh, dimana cipta, rasa, karsa dan karya dapat menempati fungsinya masing-masing dengan harmonis, untuk kemudian berjalan seiring menuju cita-cita yang luhur. Dengan demikian menjadi jelas bahwa antara Ksatria dan panakawan mempunyai hubungan signifikan. Tokoh ksatria akan berhasil dalam hidupnya dan mencapai cita-cita ideal jika didasari sebuah pikiran jernih (cipta), hati tulus (rasa), kehendak, tekad bulat (karsa) dan mau bekerja keras (karya).

Simbolisasi ksatria dan empat abdinya, serupa dengan 'ngelmu' sedulur papat lima pancer. Sedulur papat adalah panakawan, lima pancer adalah ksatriya. Posisi pancer berada ditengah, diapit oleh dua saudara tua (kakang mbarep, kakang kawah) dan dua saudara muda (adi ari-ari dan adi wuragil). Ngelmu sedulur papat lima pancer lahir dari konsep penyadaran akan awal mula manusia diciptakan dan tujuan akhir hidup manusia (sangkan paraning dumadi). Awal mula manusia diciptakan di awali dari saat-saat menjelang kelahiran. Sebelum sang bayi (bayi, dalam konteks ini adalah pancer) lahir dari rahim ibu, yang muncul pertama kali adalah rasa cemas si ibu. Rasa cemas itu dinamakan Kakang mbarep. Kemudian pada saat menjelang bayi itu lahir, keluarlah cairan bening atau banyu kawah sebagai pelicin, untuk melindungi si bayi, agar proses kelahiran lancar dan kulit bayi yang lembut tidak lecet atau terluka. Banyu kawah itu disebut Kakang kawah. Setelah bayi lahir akan disusul dengan keluarnya ari-ari dan darah. Ari-ari disebut Adi ari-ari dan darah disebut Adi wuragil.

Ngelmu sedulur papat lima pancer memberi tekanan bahwa, manusia dilahirkan ke dunia ini tidak sendirian. Ada empat saudara yang mendampingi. Pancer adalah suksma sejati dan sedulur papat adalah raga sejati. Bersatunya suksma sejati dan raga sejati melahirkan sebuah kehidupan.

Hubungan antara pancer dan sedulur papat dalam kehidupan, digambarkan dengan seorang sais mengendalikan sebuah kereta, ditarik oleh empat ekor kuda, yang berwarna merah, hitam, kuning dan putih. Sais kereta melambangkan kebebasan untuk memutuskan dan berbuat sesuatu. Kuda merah melambangkan energi, semangat, kuda hitam melambangkan kebutuhan biologis, kuda kuning melambangkan kebutuhan rohani dan kuda putih melambangkan keheningan, kesucian. Sebagai sais, tentunya tidak mudah mengendalikan empat kuda yang saling berbeda sifat dan kebutuhannya. Jika sang sais mampu mengendalikan dan bekerjasama dengan ke empat ekor kudanya dengan baik dan seimbang, maka kereta akan berjalan lancar sampai ke tujuan akhir. Sang Sangkan Paraning Dumadi.

Selasa, 07 Februari 2017

Wasiat Sunan Gunung Jati

BismillaahirRahmaanirRahiim.
Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan Saya bersaksi Muhammad Rasul (utusan) Allah.

42 Petatah-petitih (wejangan/nasihat) dalam karya sastra Gugon Tuhon abad 16, Syeikh Syarief Hidayatullah ( Sunan Gunung Djati-Ciebon ) bertutur :

1.  Ingsun titip tajug lan fakir miskin.
Arti: Aku (Sunan Gunungjati) titipkan tajug/mushola/masjid dan fakir miskin.

Bisa diinterpretasikan sebagai berikut:

a. “Tajug” bukan hanya tempat sholat dan belajar mengaji. Secara lebih luas bermakna lembaga pendidikan, syiar memberikan pencerahan, tidak menutup kebenaran, dll.
b. ”Fakir-miskin”, bukan hanya kemelaratan materi (harta). Secara lebih luas adalah miskin ilmu-pengetahuan (akal), kemelaratan interaksi sosial, kemelaratan hati, dan sebagainya.

2. Yen kiyeng tamtu pareng, yen bodoh kudu weruh, yen pinter aja keblinger.
Arti: Jika tekun pasti berhasil, jika bodoh harus berpengetahuan, jika pandai jangan pandai menurut diri-sendiri dan seenak sendiri.

Bisa pula diinterpretasikan sebagai berikut:
a. Yen kiyeng tamtu pareng (jika tekun, pasti berhasil), merupakan perwujudan kecerdasan emosional (EQ/emotional quotiens).
b. Yen bodoh kudu weruh (jika bodoh, harus berpengetahuan), merupakan perwujudan kecerdasan intelektual (IQ/intelegency quotiens).
c. Yen pinter aja keblinger (jika pandai, jangan hanyut terbawa keakuan dan kepamrihan diri-sendiri), merupakan perwujudan kecerdasan spiritual (SQ/spitirual quotiens)

Sesuatu yang kini banyak diungkap oleh kalangan psikolog ataupun para da’i akan pentingnya keseimbangan kecerdasan otak, hati, dan jiwa, ternyata jauh sebelumnya sudah dinyatakan oleh Sunan Gunungjati.

3. Yen sembahyang kungsiya pucuke panah
Arti: Jika sholat seperti berada pada ujung panah.

4. Yen puasa den kungsi tetaling gundewa
Arti: Jika berpuasa seperti sekencang tali busur panah.

5. Den welas asih ing sepepada
Arti : Mengutamakan cinta kasih terhadap sesama.

Petatah petitih ini memaknai semangat Dasar NKRI dalam sila Persatuan Indonesia. Dimana  secara akar rumput budaya masyarakat Cirebon yang majemuk (multi etnis).

6. Mulyakena ing tetamu
Arti: Muliakanlah tamu

7. Gugunen sipat kang pinuji
Arti: Menjadi pribadi yang mandiri, mengikuti, rnengaplikasikan, mengusung  sifat-sifat kemanusiaan yang terpuji.

Di interpretasikan menjadi manusia yang memanusiakan manusia sebagai manusia.
Korelasi dengan Dasar NKRI "Pada petatah petitih ini dalam Pancasila, masuk dalam Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,"

8. Den bisa megenging napsu
Arti: Hendaklah mampu menahan nafsu

9. Manah den sukur ing Allah
Arti: Hati harus tetap bersyukur kepada Allah

10.  Ibadah kang tetep
Arti: Ibadah yang tetap

11.  Kudu ngakehaken pertobat
Arti: Harus memperbanyak tobat

12.  Singkirna sipat kang den wanci
Arti: Singkirkan sifat yang dibenci (negatif)

13.  Duweha sipat kang wanti
Arti: Milikilah sifat yang baik

14.  Wedia ing Allah lan ingsun
Arti: Takutlah kepada Allah dan aku (Sunan Gunungjati)

15.  Aja ilok ngijek rarahi wong
Arti: Jangan sering menginjak (mempermalukan derajat) muka orang

16.  Kenane ing hajate wong
Arti: Kabulkanlah keinginan/permintaan (yang baik) dari orang

17.  Angadohna ing perpadu
Arti: Jauhi perselisihan/Pertengkaran.

Dengan adanya akar rumput kultur kemajemukan  masyarakat Cirebon, mengedepankan musyawrah agar memperoleh jalan terbaik (damai tanpa/mereduksi kegaduhan dalam tatanan interaksi dan kehidupan sosial. Petatah petitih ini (Jauhi Pertengkaran).
Dalam semangat NKRI dengan dasar negara Pancasila, petatah petitih ini masuk ke dalam Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

18. Aja ujub riya suma takabur
Arti: Jangan pernah riya, sombong, terlebih-lebih takabur

19.  Aja duwe ati nguneg
Arti: Jangan punya hati yang suka berekelu-kesah

20. Den hormat ing wong tuwa
Arti: Hormatilah orang tua

21. Aja lunga layaran ing lautan
Arti: jangan pergi berlayar ke tengah lautan (tanpa persiapan)

22.  Aja nyidra jangji mubarang
Arti: Jangan pernah mengingkari janji

23.  Aja ilok ngamad kang durung yakin
Arti: Jangan suka menduga jika belum yakin benar

24.  Aja ilok gawe bobad
Arti: Jangan suka berdusta

25.  Pemboraban kang ora patut anulungi
Arti: Jangan pernah menolong yang tidak patut ditolong

26.  Aja ngaji kejayaan kang ala rautah
Arti: Jangan mengaji (belajar) ilmu kanuragan (bela diri dan sejenisnya) yang tidak baik.

27.  Ing panemu aja gawe tingkah
Arti: Bila pandai jangan berlagak

28.  Aja dahar yen durung ngeli
Arti: Jangan makan sebelum lapar

29.  Aja nginum yen durung ngelok
Arti: Jangan minum sebelum haus

30.  Aja turu yen durung ketekan arip
Arti: Jangan tidur sebelum mengantuk

31.  Yen kaya den luhur
Arti: Jika kaya berada di atas (dermawan)      

32.  Angasana diri
Arti: Asahlah diri

33.  Ngoletan rejeki kang halal
Arti: Carilah rejeki yang halal

34.  Aja akeh kang den pamrih
Arti: Jangan banyak pamrih

35.  Den dhuka waman lan suka mamberih gelis lipur
Arti: Kala berduka jangan ditampakkan, supaya lekas hilang dukanya

36.  Aja ilok gawe lara ati ing wong
Arti: Jangan suka menyakiti ati orang lain

37.  Ake lara ati ing wong, namung saking duriat
Arti: Hati sering disakiti orang hanya karena asal-usul dan derajat kita (hendaklah dibalas dengan kebaikan)

38.  Aja ngagungaken ing salira
Arti: Jangan pernah membanggakan diri

39.  Aja anglakoni lunga haji ing Mekah
Arti: Jangan menunaikan pergi haji ke Mekah (jika moril maupun materiil belum mencukupi)

40.  Aja munggah ning gunung gedhe utawa manjing ning kawah
Arti: Jangan mendaki gunung yang besar dan tinggi atau masuk ke dalam kawah (tanpa persiapan yang matang)

41.  Aja ngimami utawa khotbah ing Mesjid Agung
Arti: Jangan menjadi imam atau berkhutbah di Masjig Agung (sebelum ilmunya cukup)

42.  Aja dagangan utawa warungan
Arti: Jangan berniaga atau membuka toko (jika tidak memahami seluk-beluk ilmu niaga/bisnis)

Nasihat untuk diriku, semoga bermanfaat.
Shalallaahu 'alaa Muhammad, shalallaahu 'alaihi wasalam.
Aamiin

Minggu, 05 Februari 2017

Ijazah

Masuk rumah ucapkan Salam, Solawat 3x, Surat Al Ikhlas 3x.

Fadhilah : Dimudahkan untuk bayar hutang, ketentraman diri dan keluarga, ekonomi akan di mudahkan.

Rabu, 01 Februari 2017

Sluku sluku bathok

SLUKU-SLUKU BATHOK
-----------------------------------------

Sluku-sluku bathok,
Bathoké éla-élo
Si Rama menyang Solo,
Oléh-oléhé payung mutho.
Mak jenthit lolo lo bah,
Yén mati ora obah
Yén obah medéni bocah,
Yen urip goléko dhuwit"

Sluku-sluku bathok
Artinya, hidup tidak boleh dihabiskan hanya untuk bekerja. Waktunya istirahat ya istirahat, untuk menjaga jiwa dan raga agar selalu dalam kondisi seimbang. Bathok atau kepala kita perlu beristirahat untuk memaksimalkan kemampuannya.

Bathoké éla élo
Artinya, dengan berdzikir (éla-élo = Laa Ilaaha Ilallah), mengingat Allah, syaraf neuron di otak akan mengendur. Ingatlah Allah, dengan mengingat-Nya hati menjadi tentram.

Si Rama menyang Solo
Artinya, siram (mandilah, bersucilah) menyang (menuju) Solo (Solat). Lalu bersuci dan dirikanlah salat.

Oléh-oléhé payung mutho
Artinya, maka kita akan mendapatkan perlindungan (payung) dari Allah, Tuhan kita.

Mak jenthit lolo lo bah
Artinya, kematian itu datangnya tiba-tiba, tak ada yang tahu. Tak dapat diprediksi tak juga terkira. Tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sesaat.

Wong mati ora obah
Artinya, saat kematian datang, semua sudah terlambat. Kesempatan beramal hilang.

Yen obah medéni bocah.
Artinya, banyak Jiwa Yang-Rindu Untuk-Kembali Pada-Allah ingin minta dihidupkan, tapi Allah tak mengizinkan. Jika mayat hidup lagi maka bentuknya pasti menakutkan dan madlaratnya tentu lebih besar.

Yén urip goléko dhuwit.
Artinya, kesempatan untuk beramal hanya ada di saat sekarang (selagi mampu sekaligus ada waktu) bukan di nanti (ketidakmampuan dan hilangnya kesempatan), tempat beramal hanya di sini (Dunia) bukan di sana (Akherat), di sana bukan tempat beramal (bercocok tanam) tapi tempat berhasil (panen raya).

Illumination

"ILUMINATION"

Awal Sejarah Freemasonry dan Pendiri Bank of England dimulai sejak peristiwa Revolusi Glorius, sebuah revolusi tak berdarah yang berlangsung di negara Inggris pada tahun 1688.

Revolusi ini tidak lain merupakan konflik perebutan kekuasaan antara raja dan perlemen. Raja James II dipaksa untuk turun takhta dan Parlemen mengundang Puteri Mary bersama suaminya Prince William of Orange untuk menjadi raja dan ratu Inggris.
Revolusi Glorious adalah peristiwa sejarah yang sedikit dicatat di Amerika Serikat. Hal ini mengacu, terkait tidak berhasilnya Revolusi Amerika bagi rakyat Amerika sendiri, tetapi untuk lebih penting kita mempelajari revolusi tahun 1688 di Inggris. Tidak ada sejarawan telah mencatat bahwa sejarah dunia sejak 1688 telah diarahkan oleh kesepakatan yang dihasilkan oleh Revolusi Glorious, yang tidak hanya mengakhiri upaya untuk Vatikan yang ingin memulihkan kepemilikan tanah luas di Inggris yang telah disita oleh Raja Henry VIII, tetapi juga mengakibatkan pembentukan Bank of England.

Dari pembentukan Bank Of England tersebut maka berlanjut kepada operasi intelejen, SIS sebagai badan intelejen rahasia milik Inggris, akhirnya mampu mengendalikan dan mengatur badan intelejen Amerika atau Central Intelligence Agency (CIA), dibawah satu badan intelejen rahasia bersama bernama Office of Strategic Services, selama Perang Dunia II.

Revolusi Glorious tidak hanya dimungkinkan lewat penyewaan dari Bank of England, yang menjadi bank sentral paling berpengaruh di dunia; tetapi hal tersebut juga membuka pintu untuk perebutan tahta berikutnya; tahta mahkota kerajaan Inggris yang dikuasai kaum Iluminati  pada tahun 1714, ketika George I, Duke of Hannover, naik ke tahta Inggris. Sejak tanggal tersebut, monarki Inggris telah menonjol dalam intrik dunia dari gerakan Freemason.

Segera setelah Revolusi Glorious, tahun 1689, William of Orange sekarang Raja William III dari Inggris dan menandatangani Deklarasi Hak pada 13 Februari, 1689, yang berakhir kekuasaan raja untuk menangguhkan pembahasan DPR atau untuk membuang hukum, yang telah menjadi tujuan misi Sir Edward Coke. Petisi Coke dari Sekarang telah menjadi hukum tanah. Inggris telah menjadi monarki konstitusional sejak. Rilis resmi dari Dinas Informasi Inggris, lengan propaganda dari Inggris, menyatakan bahwa “Inggris adalah negara demokrasi parlementer dengan monarki konstitusional yang terbatas. Pemerintah yang dijalankan oleh pemerintah Mulia Her atas nama Ratu, yang memerintah tetapi tidak mengesampingkan. Ratu merupakan bagian integral dari parlemen. ”

Deklarasi Hak 1689 diikuti oleh kontrak yang lebih kuat antara monarki Inggris dan orang-orang dari Inggris, Undang-Undang Suksesi 1701. Tindakan ini secara khusus melarang Stuart yang pernah mengklaim takhta kembali. UU lanjut ditempatkan garis Hanover Jerman, yang menunggu di sayap, di garis langsung suksesi. Itu menentukan bahwa semua raja masa depan harus menjadi milik Gereja Anglikan, Gereja Inggris. Dalam hal ini khusus umat Katolik dilarang memegang tahta. Kemudian raja menerima gelar kepala Gereja Inggris. Klausul lain dari UU ini dijamin oleh supremasi parlemen dengan mensyaratkan bahwa raja harus pergi ke Parlemen setiap tahun dan meminta gaji tahunan. Rumah tangga kerajaan sekarang ada pada kesenangan Parlemen, yang dikendalikan itu dompet.

Pada 1694, Raja William III menyewa Bank of England. Sejak waktu tersebut, tidak pernah ada revolusi lain di Inggris. Sebuah sejarah perang saudara dan revolusi terhadap tahta telah berakhir. Sebuah bank sentral swasta, Bank of England, sekarang mengendalikan penerbitan uang, yang sebelumnya menjadi hak prerogatif kerajaan. Keniatan baik Kaisar dijamin dengan penugasan sejumlah besar saham untuk keluarga kerajaan.

Akses mendadak untuk dana yang disediakan oleh Bank of England dirilis dengan bunga yang besar sebagai budaya Inggris dan prestise internasional. Manipulasi moneter bank menciptakan kekayaan yang sangat besar bagi para pemegang saham, dan lahn lahan besar dibangun di seluruh pedesaan. Beberapa keberuntungan yang menghampiri William untuk mengambil tahta Inggris, dan yang kemudian diundang untuk menjadi pelanggan piagam Bank untuk 10.000 pon (setara dengan 10 juta dolar dalam mata uang hari ini), membuat sebagian keberhasilan Revolusi Glorious .

Keluarga Hanover yang telah menghabiskan puluhan tahun, rajin  mempersiapkan klaim mereka ke tahta Inggris. Genealogi resmi mereka dan sejarawan adalah salah satu ulama yang paling terkenal di Eropa, Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716). Leibniz telah menjadi  Sekretaris Rosicrucian Society di Nuremberg pada 1716. Tidak hanya dia yang setia melayani keluarga Brunswick sebagai sejarawan mereka; ia juga seorang pengacara dan melayani mereka sebagai hakim dan administrator. Karya besar-Nya, Codex Juris Gentium Diplomaticus Hannoverae, tidak hanya ditelusuri keturunan dari Henry the Lion, yang telah menikah dengan keluarga kerajaan Inggris; itu juga mendokumentasikan perkembangan selanjutnya.

Elizabeth, salah satu putri Protestan Raja James I, telah menikahi Frederick The Fifth, Pangeran dari Palatine. Putri mereka, Sophie, menikah Ernest Augustus, Pangeran pertama Hanover. Meskipun Sophia tidak menuntut ke tahta Inggris-an, setelah meninggal sebelum Queen Anne, anaknya, yang kini Pemilih dari Hanover, mampu mengatasi pengklaim lain oleh beratnya sebagian besar penelitian Leibniz. Jadi Leibniz, Sekretaris Rosicrucian Society, tidak hanya membawa Hanover ke tahta Inggris, bersamanya datang persaudaraan dikenal sebagai Freemason.

Revolusi Glorious melepaskan banyak arus dalam sejarah yang tetap kuat saat ini. Pertempuran Eropa antara pasukan saingan Protestan dan Katolik diperburuk oleh kenaikan William of Orange di 1688. Selama lebih dari 100 tahun, musuh bersejarah, Inggris dan Perancis, telah berdamai. William merubah pengaturan ini, dengan bergabung Liga Augsburg melawan Prancis, yang mengakibatkan tujuh perang antara Inggris dan Perancis antara tahun 1689 dan 1815. Aliansi Perancis dengan penjajah Amerika memberontak hanyalah satu aspek kecil dari perjuangan lama ini. Partisipasi William di Liga Augsburg adalah pengecualian aspek lain dari pekerjaan konspirasi tumbuh pada Mason. Liga pada dasarnya alat kebijakan luar negeri Masonik yang bertekad untuk menghancurkan keseimbangan kekuatan tradisional antara monarki memerintah dari Eropa, akhirnya menggusur mereka dengan mendirikan rangka New World sendiri.

Akibatnya, Leibniz dan sesama intelektual nya, dengan kenaikan George I pada tahun 1714 untuk takhta Inggris, menjadi kekuatan rahasia di balik tahta. Pada tahun 1717, ia mengumumkan bahwa Freemasonry secara resmi dihidupkan kembali di Inggris. Dari dasar inilah, kekuasaan, Tuhan Sackville dikirim ke Italia pada 1733 untuk mendirikan Freemason lodge-lodge di sana, pada 1735, Lord Derwentwater dikirim ke Paris untuk mengatur Grand Lodge. Hasilnya adalah kehancuran monarki di negara-negara tersebut. Melalui kekuatan rahasia yang menyebabkan revolusi, Inggris akhirnya bisa mengirimkan saingan yang besar, Perancis, dan untuk mengakhiri klaim dia untuk kekuatan dunia. Orde baru diumumkan pada Kongres Wina tahun 1815, ketika Mason kemenangan, dipimpin oleh kekuatan perbankan Rothschild, didikte istilah mereka, tidak hanya ke Prancis, tetapi untuk negara-negara lain di Eropa. Dibiayai oleh kekuatan uang dari Bank of England, ditegakkan oleh Angkatan Laut Inggris dan intrik di seluruh dunia dari Secret Service Intelligence, para Mason yang baik dalam perjalanan mereka untuk memenuhi tujuan bersejarah mereka.

Di bawah Hanover, Freemason mampu meningkatkan monopoli mereka sendiri masyarakat rahasia di Inggris. Pada 12 Juli 1798, sebuah UU disahkan di Inggris, yang dikenal sebagai UU hasutan, untuk Penindasan Perkumpulan Rahasia. Dalam karya definitif, “The Brotherhood, The Secret World of Freemason”, Stephen The Knight mengeluh bahwa kaum Mason tidak pernah memenuhi persyaratan ketat untuk listing anggota mereka di bawah Undang-Undang ini. Namun, ia tampaknya tidak menyadari bahwa tindakan khusus membebaskan Freemason dari kepatuhan. Ini bahasa berbunyi, “Dan sementara masyarakat tertentu telah lama terbiasa berada dalam kuasa maut di kerajaan ini, di bawah denominasi Lodges Freemasonry, pertemuan kadarnya telah dalam ukuran besar diarahkan untuk tujuan amal; penyebab diberlakukannya ; bahwa tidak ada dalam Undang-Undang ini berlaku bagi pertemuan setiap Masyarakat atau Lodge yang seperti itu, harus sebelum disahkannya UU ini, telah biasanya kuasa maut di bawah denominasi mengatakan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku di antara kata Societies of Freemason. “Akibatnya, UU ini melarang semua perkumpulan rahasia kecuali Freemason.

Seperti larangan kuat mencerminkan partisipasi aktif dari keluarga sekarang memerintah dari Inggris, Hanover, di pondok-pondok.
Grand Master dari Freemason Grand Lodge of England
* Dari 1782-1790, Grand Master of England adalah Mulia Henry Frederick, Duke of Cumberland;
* Dari 1791-1812, Yang Mulia George, Prince of Wales, yang kemudian menjadi Raja George IV;
* Dari 1812-1842, Yang Mulia Augustus Frederick, Duke of Sussex, putra Raja George III;
(The Duke of Sussex bersatu pondok-pondok saingan, Kuno dan Modern, menjadi, kekuatan ampuh tunggal.)
* Beberapa Earls dari Strathmore telah Grand Master of England. Sebuah Strathmore menikah dengan Duke of York, kemudian Raja George V, dan sekarang Ibu Ratu Inggris.

Rothschild, International Banking dan Mata Uang Fiat

Standar kami saat ini, uang fiat permanen mulai berkembang setelah Revolusi Perancis. Ketakutan Teror Pemerintahan  yang mengikuti Revolusi, dan Perang Napoleon berikutnya yang melanda Benua dari 1804-1815, memukul teror di hati para kepala yang dinobatkan Eropa. Diramalkan akan bahaya bagi takhtanya, raja-raja menyewa Meyer Amschel Rothschild (1744-1812), seorang penyihir keuangan Yahudi dari Frankfurt, Jerman, untuk mengangkut emas mereka pada safe havens.

Kesuksesan finansial Meyer Rothchild sebagian dibina oleh keluarga bangsawan dari Thurn und Taxis, keluarga ekstraksi Milanese, yang tinggal di Frankfurt, Jerman, dan sebagian koneksinya di Masonik Lodge. Menjelang akhir abad kesembilan belas Thurn und Taxis telah terlanjur merencanakan sistem pos di Eropa Tengah. Sebagian dari tiga abad sebelumnya, pada tahun 1516, keluarga telah ditugaskan oleh Kaisar Maximilian I untuk meresmikan layanan pos dipasang antara Wina dan Brussels. Sejak saat itu, peringkat bermartabat dari postmaster umum telah diberikan pada salah satu anggota keluarga Thurn und Taxis. Pada pergantian abad kesembilan belas, posisi penting ini diselenggarakan oleh Pangeran Karl Anselm. Pangeran, yang keluarganya telah mempertahankan catatan sempurna dari penanganan rahasia kiriman selama tiga ratus tahun, mulai membuka surat sebelum mengirimnya ke tujuan nya. Dia berbalik praktek ini untuk keuntungan, dan pelanggan terbesar adalah Meyer Rothschild.

Meyer Rothschild telah menyadari bahwa itu sangat penting untuk seorang bankir investasi untuk memiliki di pembuangan awal dan informasi yang akurat dari peristiwa-peristiwa penting, terutama pada saat perang. Sebagai Pangeran Karl eat Rothschild “insider” informasi, Rothschild ditransaksikan beberapa investasi keuangan yang sukses untuk kepuasan besar dari pangeran. Meskipun tidak ilegal pada saat itu, tetapi tentu tidak etis, praktek “insider trading” lahir.

Meskipun Meyer Rothschild sendiri tidak pernah menjadi seorang Freemason yang menjelma menjadi kerajaan keuangannya, anak-anaknya melakukan, seperti yang dilakukan petugas kepalanya, Sigmund Geisenheimer. Rabbi Marvin Antelman di ‘Untuk Hilangkan Opiat’ (1974), melaporkan bahwa Geisenheimer telah luas kontak Masonik yang malang melintang di Eropa.

… “The Rothchilds memanfaatkan jasa Sigmund Geisenheimer, petugas kepala mereka, yang pada gilirannya dibantu oleh Itzig dari Berlin, Illuminati dari Toleranz Lodge dan Paris Grand Orient Lodge. Geisenheimer adalah anggota dari Mayence Masonik Illuminati Lodge, dan pendiri Frankfurt Judenloge … “Di kemudian hari, Rothschild bergabung di lodge.

Solomon Meyer Rothschild (1744-1855) adalah anggota untuk sementara waktu sebelum pindah ke Wina. Sejak zaman Meyer Rothschild, perbankan internasional dan oligarki Masonik tak terpisahkan, bekerja sama dalam kontrol keuangan mereka yang terus berkembang dari negara.

Nathan dan saudaranya James adalah yang paling sukses dari anak-anak Rothschild, dan kesuksesan mereka adalah sebagian disebabkan keanggotaan mereka di lodge. Misalnya, ketika James tiba di Paris untuk memulai karirnya, ia langsung bergabung Prancis Grand Lodge Freemasonry, cepat naik ke tingkat ke-33 Kuno dan Diterima Scottish Rite Dewan Tertinggi Perancis.

Nathan, putra paling mahir finansial, menjunjung tinggi tradisi insider trading yang didirikan oleh ayahnya dengan bergabung Lodge dari Emulation di London pada 4 Oktober 1802. Tidak hanya lodge mempromosikan operasi penyelundupan Nathan untuk melayani tentara kontinental kerajaan pelanggan Inggris selama Napoleon blokade Kontinental, itu juga diduga bahwa lodge membantu dia dalam upayanya untuk mengendalikan Bank of England. Pada bulan Juni 1815, pasar saham London jatuh karena laporan “keliru” yang dikeluarkan oleh agen pemerintah yang Napoleon memenangkan pertempuran di Waterloo.

Harga di Bursa London anjlok dan Nathan membeli semua saham. Keesokan harinya, ketika laporan itu terbukti palsu, dan hari berikutnya ketika informasi kekalahan Napoleon telah mencapai jalan-jalan, pasar saham rebound dan saham menujuke ketinggian belum pernah terjadi sebelumnya. Nathan dibongkar sahamnya, menyetorkan keuntungan yang sangat besar di Bank of England. Dalam waktu semalam, Nathan mengontrol bank sentral Greta Inggris.

Karena kecerdasan finansial Nathan Rothschild, London menjadi markas perbankan rumah Rothschild. Semua membuat keturunan klan Yahudi ini telah sejak melekat Gentile Inggris Freemasonry, tanpa lodge-lodge eksklusif Yahudi ada di Inggris. Dan hingga hari ini, tidak ada warga Inggris yang pernah bekerja untuk N.M. Rothschild and Sons, di St. Swithin Lane, kecuali yang pertama membuktikan kemampuannya untuk menjaga rahasia dengan bergabung English Freemasonry. Menurut investigasi wartawan Inggris Martin Short ‘Inside the Brotherhood’ (1989), kecuali Anda adalah seorang Mason, Anda tidak akan bekerja untuk bank London. Saat ini direktur dari Rothschild Bank, misalnya, adalah Freemason Michael Richardson, yang selama 5 tahun (1982-1987) adalah ketua dewan dari Rumah Sakit Royal Masonik.

Meyer Rothschild memulai kariernya di perbankan dengan pengisian komisi royalti Eropa untuk mentransfer emas mereka untuk safe Haven selama Perang Napoleon. Rothschild cerdik menolak untuk menerima uang fiat pembayaran komisi nya. Sebaliknya, ia mengambil disepakati persentase dari emas yang ia mengangkut. Tak lama, ia memiliki lebih banyak emas dari raja-raja ia menjabat. Sebagai perang Napoleon menyeret, penguasa habis kekayaan mereka dan kemudian dipinjam dari Rothschild untuk melanjutkan perjuangan mereka melawan Korsika. Raja-raja berwenang Rothschild untuk mengeluarkan uang fiat dan kemudian meminjam dari itu. Tentu saja, sistem ini mendorong mereka lebih dalam utang, menumpuk bunga atas bunga. Untuk membayar Rothschild mereka dipaksa untuk memungut pajak berat pada orang-orang mereka.
Dari lima bersaudara, Nathan Rothschild menuai hasil maksimal dari skema ini. Hanya sebelum kekalahan Napoleon di Waterloo pada tahun 1815, kekayaan bank di London mencapai $ 3 Juta. Lima tahun kemudian, kepemilikannya sebesar 7,5 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh keuntungan Nathan dari kecelakaan pasar saham London pada bulan Juni, 1815. Kami tidak bisa memastikan dari kekayaan bersih Nathan pada saat kematiannya, tapi kita bisa membuat perkiraan yang wajar, mengingat bahwa ini hanya perkiraan , karena tidak ada persediaan dari perkebunan Rothschild pernah diajukan. Di rumah Rothschild, karena ahli waris tidak mewarisi tidak ada pajak warisan dan karena itu tidak ada persyaratan untuk persediaan real.

upaya James Rothschild juga bertemu dengan sukses. Pada tahun 1848, rumah Paris diperkirakan 600 juta franc sebagai terhadap 362 juta franc untuk semua bank Paris yang lainnya digabungkan. Ketika James meninggal pada tahun 1868, nilai bersih dari banknya dalam dolar AS diperkirakan pada $ 200 Juta.

Tidak ada catatan ada tentang kekayaan diperkirakan cabang Berlin, Wina, dan Napoli rumah perbankan Rothschild. Mereka cukup kuat, namun, untuk mendominasi pasar uang dari modal tersebut juga. Pada awal tahun 1900-an, kekayaan rumah Rothschild telah tumbuh proporsi seperti yang diperkirakan bahwa Rothschild menguasai setengah dari semua kekayaan di bumi. Selama Perang Dunia I, keluarga Inggris Rothschild mendapatkan $ 100 miliar meminjamkan uang kepada negara-negara yang bertikai. Dengan 1925, kekayaan mereka diperkirakan sebesar US $ 300 miliar. Pada tahun 1940, angka itu meningkat menjadi $ 500.000.000.000 – yang kemudian sekitar dua kali lipat seluruh kekayaan di Amerika Serikat. Dan dengan mencari 5% peningkatan tahunan sederhana sejak tahun 1940, kita dapat memperkirakan Rothschild telah mengumpulkan sampai saat ini lebih dari $ 7.000.000.000.000 – yang hampir dua kali hutang Amerika Serikat yang telah terakumulasi selama sejarah dua ratus tahun nya. Dan untuk siapakah Paman Sam berutang utang ini? Ke rumah Masonik Rothschild dan bank sentral afiliasi, yang telah membiayai kami royal belanja defisit sejak akhir Perang Dunia II.

Selama pengasingan pertama napoleon ini, kepala dinobatkan Eropa menyerukan Kongres Wina untuk merencanakan strategi bersatu melawan republicanization Eropa. Dalam perjalanan sembilan bulan (1814 Sep-Jun 1815), peta Eropa adalah digambar ulang. Selama ini Napoleon melarikan diri dari pengasingan dan dibesarkan tentara lain, hanya untuk dikalahkan akhirnya di Waterloo. Dengan kekalahan kedua dari Perancis, Inggris permanen terputus aliansi eksklusif Perancis Freemasonry telah dengan bahasa Inggris Freemasonry. Sebuah aliansi baru, setidaknya dalam hal ke Amerika, dibentuk antara bahasa Inggris Grand Lodge bankir dan Perancis Grand Lodge bankir. Keduanya bekerja sama dalam perjuangan abad-lama untuk mengambil alih sistem perbankan di Amerika.
strategi untuk aliansi ini Masonik baru terkandung dalam item akhir dari agenda pada Kongres Wina, yang menyerukan perlindungan kekayaan royalti dengan membuat Swiss bank dengan tentara terpasang. Seagirt Inggris, dihalangi oleh kekhawatiran terkurung daratan Wina, namun sebagai bertekad untuk menjaga kepentingan komersial dan kolonial sendiri di luar negeri, sangat setuju untuk meratifikasi netralitas Swiss. Di Paris, pada 20 November 1815, Swiss dijamin netralitas oleh Perancis, Austria, Inggris, Portugal, Swedia, dan Rusia. perbatasan Swiss sejak tanggal tersebut tetap stabil.

London, bagaimanapun, memang membuat satu permintaan – Swiss Freemasonry harus meninggalkan nya Perancis obedienceand mengadopsi konstitusi Inggris Freemasonry. Dari awal kekaisaran Perancis pada 1804, pondok-pondok Swiss telah berada di bawah Prancis Grand Orient konstitusi. Untuk menjamin perlindungan kepentingan keuangan oligarki Masonik di Inggris dan di Benua Eropa, Inggris Freemasonry diperlukan kontrol pondok-pondok Swiss untuk tujuan pengumpulan intelijen. Oleh karena itu, tak lama setelah Kongres Wina, London mulai proses dua puluh empat tahun mengambil alih empat belas dari lima belas pondok-pondok Swiss dan recertifying mereka di bawah Inggris Grand Lodge ketaatan. Hanya satu Grand Orient lodge diizinkan berfungsi, di Jenewa, di mana banyak konflik internasional diselesaikan. Pada tanggal 22-24 Juli 1844, empat belas bahasa Inggris merupakan pondok-pondok besar Swiss diselenggarakan Grand Lodge Alpina sebagai markas mereka di Swiss di Zurich, di mana markas perbankan oligarki Eropa dan Inggris Masonik tetap sampai hari ini.

Dengan kekayaan Masonik oligarki ini aman di Swiss, sebuah aliansi antara bank sentral dari lima bersaudara Rothschild di Inggris dan di Benua itu dipadatkan. Mirroring strategi ayah mereka, “Ijinkan saya untuk mengontrol uang sebuah bangsa, dan saya tidak peduli siapa yang membuat hukum-hukumnya”, saudara-saudara Rothschild diarahkan dari balik layar dan politik Eropa sepanjang paruh pertama abad kesembilan belas. Upaya mereka di mengambil alih bank sentral di Amerika Serikat selama periode ini, bagaimanapun, digagalkan di setiap kesempatan. Pada saat Perang Saudara kami telah berakhir, Rothschild telah menjadi begitu tersangka ke Amerika bahwa keluarga perbankan dipaksa untuk bertindak melalui agen keluarga perbankan lainnya. The House of Rothschild membuat kesepakatan dengan pesaing Jerman perbankan, House of Warburg, yang digerakkan rencana untuk membangun di bank sentral di Amerika tanpa keterlibatan langsung dari nama Rothschild. Tidak hanya itu Warburgs perbankan pesaing, mereka pesaing Masonik juga. The Warburg saudara, Max, Felix dan Paul, yang Grand Orient Mason. Namun demikian, ayah Felix di bidang hukum, Jacob Schiff, juga Grand Orient Mason, dikirim ke Amerika Serikat setelah Perang Saudara kita untuk membeli ke perusahaan perbankan yang ada, Kuhn, Loeb & Co Di sisi Schiff adalah Paul Warburg. Sementara itu, British House of Rothschild didanai J.P. Morgan dan John D. Rockefeller untuk menangani kepentingan perbankan di Amerika. Pada tahun 1913, dengan berlalunya Federal Reserve Act, Rothschild dan Warburg berada di kontrol penuh dari pasokan uang bangsa kita. Undang-undang ini ditransfer pengendalian pasokan uang kita dari Kongres untuk Federal Reserve Bank-bank sentral tidak dimiliki oleh pemerintah federal, tetapi dimiliki oleh pemegang saham swasta yang Eropa dan Inggris Mason bertekad mengarahkan politik Amerika untuk keuntungan mereka sendiri.

Kekuatan bank untuk mengendalikan nasib bangsa ini bocor ke pers setelah pertemuan pemegang saham Midland Bank of London, Inggris, pada tahun 1924. Seperti semua bank di London, Midland Bank memiliki pondok Masonik sendiri – Holden Lodge Tidak ada . 2946. pembicara di podium dari Midland Januari 1924 pertemuan pemegang saham adalah Freemason Reginald McKenna, ketua Midland dewan dan kanselir masa lalu menteri keuangan Britania Raya Inggris dari tahun 1915 sampai 1916. pernyataannya kepada pemegang saham itu dan kesaksian kepada ditahan keuangan bankir Masonik terhadap pemerintah yang merugikan rakyat:

“Saya takut warga biasa tidak akan suka diberitahu bahwa bank dapat, dan lakukan, membuat uang … Dan mereka yang mengendalikan kredit bangsa mengarahkan kebijakan Pemerintah dan tahan dengan lekuk tangan mereka nasib rakyat . ”

Bursa Pasar 1929 & Depresi Besar

The Great Depression, yang dimulai dengan crash-nya pasar saham pada tahun 1929, diciptakan oleh Fed. Selama lebih dari satu abad, bankir Inggris telah memanipulasi siklus keuangan untuk menciptakan periode alternatif dari inflasi dan deflasi dalam rangka untuk meningkatkan kekayaan mereka. Mereka sekarang siap untuk membuat pembunuhan besar dengan memanipulasi pasar saham Amerika untuk tujuan memaksa pemerintah kita untuk meninggalkan mata uang emas-convertible. Antara 1923 dan 1929, Federal Reserve memperluas jumlah uang beredar sebesar 62 persen. Banyak investor mengambil keuntungan dari mudah-uang ini, meminjam dan membeli saham, sebuah proses yang mendorong pasar saham untuk ketinggian memusingkan.

Beberapa anggota Kongres yang bersangkutan pada tahun 1928 sidang dijadwalkan untuk menstabilkan dolar. Pada bukti persidangan diungkapkan bahwa pada tahun 1927, Reserve Board dan kepala bank sentral Eropa Federal, telah merencanakan, pada acara makan siang rahasia, crash pasar saham utama. Namun, mayoritas anggota kongres yang Mason (69% dari DPR dan 63% dari Senat), sehingga tidak ada tindakan yang diambil terhadap makan tersebut. Calvin Coolidge kemudian Presiden, dan sementara tidak Mason sendiri, dia begitu terkesan dengan mereka bahwa seluruh kabinetnya adalah Mason. Di antara mereka, menjabat sebagai menteri luar kas, adalah Royal Arch Mason Andrew Mellon, presiden Mellon Nasional Bank of Pittsburgh, Pennsylvania. Pada 6 Februari 1929, British Freemason Montague Norman, Gubernur Bank of England, datang ke Washington untuk berunding dengan Andrew Mellon. Segera setelah pertemuan itu, Dewan Federal Reserve terbalik nya kebijakan mudah-uang dan mulai menaikkan tingkat diskonto. Berdasarkan peristiwa ini dan selanjutnya, kita dapat menyimpulkan bahwa dalam pertemuan ini dengan Mellon, British Freemasonry sengaja mengarahkan kursus yang akan membawa bencana keuangan dan kesulitan yang mengerikan pada seluruh bangsa: untuk tujuan memaksa bangsa untuk melepaskan cadangan emasnya. Itu tidak hanya protokol Masonik perbankan yang tepat untuk menginformasikan saudara Andrew Mellon plot sehingga ia akan tahu kapan harus keluar dari pasar saham, itu juga masuk akal politik untuk menjaga Sekretaris Mellon pelarut finansial supaya ia menutup skema mereka melalui penanggulangan seperti penutupan pasar saham sampai hal-hal didinginkan.

Pada tanggal 9 Maret 1929, Freemason Paul Warburg mengisyaratkan semua bank anggota untuk keluar dari pasar saham atau menjual pendek. Jika mereka bertindak segera, mereka akan meraup keuntungan besar sebagai Dow Jones anjlok. Bank Mellon adalah yang pertama untuk mengikuti saran Warburg ini. Tujuh bulan kemudian, pada 24 Oktober 1929, uang balon – yang telah terus-menerus meningkat dengan makan selama hampir tujuh tahun – meledak. Presiden baru, republik Herbert Hoover, bukan Mason, tapi Menteri Keuangan nya sama Royal Arch Mason yang ditunjuk oleh pendahulunya – Andrew Mellon, pria yang ternyata adalah yang pertama diberitahu tentang waktu dari crash pasar saham.
Mekanisme crash pasar saham adalah sebagai berikut: pemodal Masonik New York disebut 24 jam pinjaman broker panggilan. pialang saham dan pelanggan mereka dipaksa untuk membuang saham mereka di pasar dalam rangka untuk melunasi pinjaman. bank non-anggota yang sangat terlibat dalam klaim broker-panggilan. Berjalan koin segera habis dan mata uang, memaksa bank untuk menutup. The Federal Reserve menolak untuk datang membantu mereka, meskipun di bawah hukum, itu telah diperintahkan untuk melakukannya. Selama empat setengah tahun ke depan bangsa kita telah jatuh ke dalam depresi yang mendalam. Sementara itu, bank-bank anggota, diinformasikan terlebih dahulu dari oligarki Masonik untuk menjual pendek, membeli semua saham Wall Street yang kempes. Semalam kekayaan warga umum dipindahkan ke konspirator perbankan Inggris untuk sen pada dolar. Kemudian mereka pergi setelah emas kami.
Pada tanggal 1 Maret 1933, tingkat 32 Freemason Franklin D. Roosevelt menjadi Presiden ke-32 dari Amerika Serikat. menteri keuangan nya adalah 33 degree Freemason Henry Morganthau.

Franklin Roosevelt mengadopsi dua kebijakan perbankan, disebut UU Perbankan tahun 1933, dan UU Perbankan tahun 1935, yang memberikan kontrol bankir Masonik Inggris pasokan emas kami. Yang pertama akan mengambil mata kita dari dolar emas didukung; kedua akan mengizinkan makan untuk memiliki emas disita dari warga. Kedua tindakan meningkatkan pendapatan dari Fed oleh lebih dari $ 100 Juta. Pada tanggal 5 April 1933, setelah satu bulan di kantor, Roosevelt mengeluarkan perintah eksekutif yang membutuhkan warga negara Amerika untuk menyerah koin emas, emas batangan, dan sertifikat emas – tidak terdekat Amerika Serikat mint atau penyimpanan, namun dengan ketelitian swasta Federal Reserve Bank . The Fed ditebus emas untuk $ 20,67 per ounce. Setelah warga emas disita, pemerintah AS meningkatkan nilai emas untuk $ 35,00 per ounce.

Siapa yang membuat keuntungan $ 14,33 per ounce? Federal Reserve Bank, tentu saja. Pada akhir tahun 1933, Federal Reserve diserahkan emas menyerah, untuk yang dibayar, $ 20,67 per ounce, dengan permen Amerika Serikat. Dalam pertukaran, makan yang diterima Series 1934 sertifikat emas masing-masing dengan nilai nominal $ 100.000 – diterbitkan pada nilai kenaikan $ 235,00 per ounce – dari Departemen Keuangan AS. Pada bagian depan dari sertifikat dicetak pernyataan berikut: “Ini adalah untuk menyatakan bahwa ada di deposito di Treasury dari Amerika Serikat seratus ribu dolar dibayarkan untuk pembawa pada permintaan emas sebagai diizinkan oleh hukum.” The Fed telah membayar approx. $ 200 juta untuk emas warga negara. Enam bulan kemudian, ketika emas itu disampaikan ke permen Amerika Serikat, The Fed menerima Series 1934 sertifikat emas sebesar nilai lebih dari $ 300 juta. Sebuah keuntungan besar dan kuat lebih dari $ 100 juta dolar diwujudkan dalam enam bulan oleh persaudaraan perbankan Inggris Freemason hanya untuk mengumpulkan, memegang dan kembali emas itu bukan milik mereka.
Hitler dan Eropa Emas. Obat-obatan, uang Pencucian dan Lepas Pantai Perbankan
Sejak saat itu, kemudahan yang pemerintah kita bisa meminjam dan menghabiskan uang menjadi kebiasaan membentuk. pengeluaran defisit, yang telah berhutang budi pemerintah kita sebesar $ 1 miliar, menyusul Perang Dunia II, meningkat utang kita pada saat kita mencapai bulan pada tahun 1969 menjadi US $ 100 miliar. Pada akhir pemerintahan Carter utang nasional kita telah mencapai $ 500 miliar. Pada akhir pemerintahan Reagan-Bush itu lebih dari $ 4 triliun yang sebagian besar dihabiskan untuk teknologi militer dengan tujuan dari membangkrutkan Uni Soviet, (yang tidak bisa bersaing dan dipaksa untuk membongkar). Jatuhnya kekaisaran Soviet menyadari, para bankir mulai mencari alasan lain untuk pinjaman uang kepada pemerintah gila belanja kami. Anglophile Clinton, seorang Rhodes Scholar dilatih pada “manfaat” dari pengeluaran defisit oleh profesor Inggris Masonik, datang untuk menyelamatkan mereka dalam usahanya untuk mendapatkan UU Kesehatan Nasional berlalu. Republik, bagaimanapun, melihat melalui tindakan gila ini, dan meletakkannya untuk beristirahat sementara. Itu, sampai baru-baru ini dibangkitkan oleh Barack Obama tak lama setelah berkuasa pada tahun 2008. Saat ini, undang-undang ini ditahan di pengadilan.

Industri utama Inggris itu, dan masih, industri obat, yang diperlukan pergerakan sejumlah besar emas batangan ke Orient. Kedua untuk industri obat English Freemasonry adalah industri perbankan. Salah satu industri tidak dapat bertahan hidup tanpa yang lain.
Sementara itu, sebagai Federal Reserve Bank Inggris Masonik dikendalikan itu menyita emas dari warga negara Amerika pada tahun 1933, itu, pada tahun 1930 sudah ditetapkan bank di Eropa untuk tujuan yang sama. Bank for International Settlements (BIS) di Basel Swiss, telah siap untuk menerima cadangan emas negara-negara Eropa selama Perang Dunia II untuk diamankan n Swiss. Dr. Carroll Quigley, dalam buku besar nya, ‘Tragedi dan Harapan’ memberitahu kita bahwa BIS adalah “bank swasta yang dimiliki dan dikendalikan oleh bank sentral dunia yang sendiri perusahaan swasta …” The Encyclopedia Britannica setuju dengan Quigley, tetapi menambahkan bahwa BIS adalah “bank internasional yang didirikan di Basel, Swiss, sebagai lembaga untuk menangani pembayaran reparasi oleh Jerman setelah Perang Dunia I” sebagaimana ditentukan oleh Perjanjian Versailles pada tahun 1919. Namun, ini tampaknya tidak menjadi tujuan sebenarnya dari BIS .
Informasi terbaru ditemukan oleh Charles Higham, dan diterbitkan dalam buku, ‘Perdagangan dengan Musuh’ (1983), menyatakan bahwa BIS “adalah menjadi uang corong untuk dana Amerika dan Inggris untuk mengalir ke pundi-pundi Hitler dan untuk membantu Hitler membangun mesin perang “.

Ini adalah klaim mengejutkan untuk membuat, tapi pemegang saham di Bank for International Settlements melakukan berbagi sesuatu yang sama. Pemegang saham utama dalam BIS adalah Bank of England – yang pemegang saham mayoritas, pada gilirannya, adalah House of Rothschild, yang dikendalikan keuangan untuk kelompok Meja Bundar.

Sudah lama tersimpan di memo jadi lupa sumbernya dari mana.semoga bisa dipertanggung jawabkan.hehe

Asta tapa...

ASTA TAPA: AJARAN SUNAN KALIJAGA
.
Ajaran Asta Tapa (Delapan Tapa) bersumber dari Sunan Kalijaga dalam Suluk Linglung, yang merupakan bagian terakhir dari Kitab Duryat. Ajaran ini diwariskan oleh Sunan Bonang kepada Sunan Kalijaga, lalu oleh Sunan Kaijaga diwariskan kepada Raden Ayu Supartini Mursidi. Demikianlah laku Asta Tapa tersebut:
.
1. BADAN: tapanya berupa sopan santun, zakatnya gemar melakukan kebajikan.

2. HATI (BUDI): tapanya rela dan sabar, zakatnya bersih dari prasangka.

3. NAFSU: tapanya berhati ikhlas, zakatnya tabah dalam kesengsaraan dan mampu mengampuni kesalahan.

4. NYAWA: tapanya berlaku jujur, zakatnya tidak mengganggu orang dan tidak mencela.

5. RASA: tapanya berlaku utama, zakatnya berduka (karena melakukan salah), diam, dan bertobat.

6. CAHAYA (NUR): tapanya berlaku suci, zakatnya berlaku ikhlas.

7. ATMA (HAYU): tapanya berlaku awas, zakatnya senantiasa eling.

8. BADAN: tapa untuk badan meliputi:
.
a. MATA: tapanya mengurangi tidur, zakatnya tidak ingin memiliki kepunyaan orang.

b. TELINGA: tapanya mencegah amarah, zakatnya tidak mendengarkan perkataan buruk.

c. HIDUNG: tapanya mengurangi minum, zakatnya tidak suka mencela keburukan orang lain.

d. LISAN: tapanya mengurangi makan, zakatnya menghindari perkataan buruk.

e. AURAT: tapanya menahan syahwat, zakatnya menghindari zina.

f. TANGAN: tapanya menghindar dari tindakan mencuri, zakatnya tidak suka memukul orang lain.

g. KAKI: tapanya tidak berjalan untuk melakukan kejahatan, zakatnya berjalan ke arah kebaikan.  

#silakanshare

Selasa, 31 Januari 2017

Sinopsis Cahya Sumirat Dukuh Caruban

Sinopsis CAHYA SUMIRAT DUKUH CARUBAN II
Setelah Kerajaan Cirebon memisahkan diri dari wilayah Kerajaan Pajajaran maka pembayaran upeti dan pajak untuk Kerajaan Cirebon dibebaskan, namun untuk Kuningan pajak dan upeti masih berlaku.
Untuk penarikan pajak dan upeti dari Kuningan Prabu Siliwangi mewakilkan kepada Prabu Cakraningrat dari Kerajaan Rajagaluh. Akhirnya Prabu Cakraningrat mengutus Patihnya yang bernama Adipati Arya Kiban ke Kuningan, namun ternyata Pangeran Kuningan menolak mentah-mentah tidak mau membayar pajak dengan alasan bahwa Kuningan sekarang masuk wilayah Kerajaan Cirebon yang sudah membebaskan diri dari Kerajaan Pajajaran. Sebagai akibat dari penolakannya maka terjadilah perang tanding antara Pangeran Kuningan dan Adipati Arya Kiban.
Sementara di kerajaan Cirebon telah datang rombongan dari negeri China dan Arab yang dikawal Syekh Benting, Adipati Keling dan Adipati Cirebon penuh dengan kesopanan. Baladika China ikut memeriahkan gerebeg Maulid Nabi sambil membawa atraksi seni cokek, Barongsai, Liong dan lain sebagainya, diiringi para Baladika China, membawa beberapa peti, hadiah serta merta pendamping Dwaja China Nagaraja berwarna emas sulaman sutera merah gemerlapan.

Kemudian datanglah Pangeran Kuningan melaporkan kejadian yg telah terjadi tentang perang tandingnya dengan Adipati Arya Kiban di Gunung Gundul (palimanan) kepada Kanjeng Sunan Gunung Jati.

Lalu diutuslah Nyi Mas Gandasari untuk menyamar sebagai Nyi Ronggeng yang teramat sangat cantik, sehingga Raja Galuh pun terpikat dan terpesona, akan tetapi dengan memanfaatkan kesempatan tersebut Nyi Mas Gandasari merayu agar Raja Galuh menunjukkan pusaka Kerajaan Galuh, Bokor Emas yang kemudian diambil oleh Nyimas Gandasari, dan membuat Prabu Cakraningrat murka dan mengirimkan bala prajurit untuk menyerang Cirebon.

Akhirnya, peperangan tersebut usai, bahkan tak ada lagi kekacauan yang berarti di kawasan Keraton Cirebon dan sekitarnya. Setelah keadaan pulih sebagaimana yang diharapkan, maka ketiga Kesultanan Cirebon,    sampai akhir zaman.

Assalamualaikum Wr Wb

mengenai sastra dan lain-lain akan dikerjakan sebisanya dalam waktu yang tidak terrencana dan apa adanya